Senin, 23 April 2012

Kemahakuasaan Yesus Kristus

PengantarSelamat Pagi dan salam damai sejahtera saya ucapkan kepada bapak,ibu, saudara dan saudari sekalian. Sebelum saya berbicara panjang lebar dihadapan bapak, ibu, sudara dan saudari sekalian; ijinkan saya memperkenalkan diri saya:

Nama kecil saya : Amanto Daenles Manurung. Sehari-harinya dipanggil “Manto Manurung”. Lahir di tengah keluarga petani, sebagai anak ke dua. Status menikah, dengan satu Istri dan telah dikaruniai seorang putra. Sekianlah perkenalan saya.

Saya mau berbicara tentang Kemahakuasaan Yesus Kristus. Ini adalah satu topik yang sangat penting untuk diketahui oleh seorang percaya. Bagaimana Anda memahami tentang Kemahakuasaan Yesus Kristus akan menentukan 2 hal:

1. Bagaimana Anda memberikan opini tentang-Nya,
2. Bagaimana Anda memperlakukan-Nya dalam hidup Anda dimuka bumi ini.

Rabu, 21 Maret 2012

Keluarga Yang dipulihkan Tuhan

Ayub 1-12

  1. Setiap Keluarga dibentuk Tuhan dengan rancangan yang terbaik, untuk tujuan yang baik bagi manusia.
  2.  Iblis tidak senang rencana Allah atas keluarga tetap berlaku,
  3. Allah rindu setiap keluarga kembali berada dalam rencana-Nya, yaitu hidup dalam berkat-berkat-Nya

Proposisi : TUHAN pasti memulihkan Keluarga umat-Nya di akhir zaman
Kalimat Tanya : Bagaimanakah agar TUHAN  memulihkan keluarga umat-Nya di akhir zaman?
Peralihan  : Kriteria-kriteria  Bagaimanakah agar TUHAN  memulihkan keluarga umat-Nya di akhir zaman?.

I.  Kepala Keluarga haruslah sungguh-sungguh takut akan Tuhan (Ayub 1 : 1, 8; 2: 3)


Rabu, 22 Februari 2012

Seandainya orang Kristen Lupa Menginjil, Apa jadinya?

Perhatikanlah ayat-ayat berikut ini:
  1. Mat 4:23  Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
  2. Mat 9:35  Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  
  3. Mat 11:1  Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka. 
  4. Mat 24:14  Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Seandainya orang Kristen Lupa Menginjil, Apa jadinya?

Perhatikanlah ayat-ayat berikut ini:
  1. Mat 4:23  Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
  2. Mat 9:35  Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  
  3. Mat 11:1  Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka. 
  4. Mat 24:14  Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
  5. Mat 26:13  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."
  6. Mat 28:18-20 "18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 
  7. Mar 1:14-15 "14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, 15  kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
  8. Mar 1:38  Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." 
  9. Mar 8:35  Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
  10. Mar 13:10  Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa. 
  11. Mar 14:9  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."
  12. Mar 16:15  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 
  13. Mar 16:20  Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Kembali ke pertanyaan yang saya berikan di title dari tulisan ini, "Seandainya orang Kristen Lupa Menginjil, Apa jadinya?"Ini adalah pertanyaan yang mengganggu pikiran saya beberapa waktu belakangan ini. Di saat yang sama, berita-berita yang ditayangkan di televisi, dan diberitakan di koran-koran terlintas di pikiran saya. Banyak negara, dan suku bangsa porak-poranda. Mereka mengaku beragama dan percaya akan adanya TUHAN, tetapi kehidupannya tidak mencerminkan sifat-sifat TUHAN yang Maha Kasih, Maha Mengampuni, Panjang sabar dsb. Apakah ini bukti dari pengakuan tersebut? Mengaku orang Kristen, pakai salib besar-besar di leher, bahkan sampai dibuat sebagai lukisan di tubuh, namun membunuh, menipu, dan lain-lain. Apakah ini cerminan Kekristenan yang sebenarnya?



Kalau kita melihat kepada nats-nats yang dituliskan oleh penulis Injil, saya menemukan jawaban mengapa ada orang yang mengaku Kristen tetapi tidak mencerminkan hidup seperti yang TUHAN YESUS contohkan. Jawabannya adalah : Orang yang mengaku Kristen tetapi tidak mencerminkan pola hidup Kristus adalah:
  1. Seorang yang tidak mengalami kuasa Injil yang memerdekakannya.
  2. Seorang yang tidak  mau mengambil tanggung jawab untuk memberitakan Injil Kristus. 
Saya menuliskan ini bukan berarti bahwa saya sudah lebih dari saudara. Saya pun sedang belajar mempraktekkannya. Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi Anda.

Selasa, 14 Februari 2012

PLURALNYA MASYARAKAT

 Kehidupan masyarakat di Indonesia pada masa kini, terutama di daerah perkotaan menunjukkan satu keadaan yang semakin plural, dalam aktivitas sehari-hari, tingkat pendidikan, status sosial, suku, dan agama yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebab-sebab Pluralnya Masyarakat Kota

Manusia Motor Utama Perubahan
 
Perubahan yang terjadi dalam suatu masyarakat tidak terlepas dari pengaruh manusia yang ada di dalamnya. Wongso (1996) menulis tentang manusia sebagai berikut ini:
Manusia merupakan unsur pokok dalam masyarakat, tanpa manusia tak mungkin ada masyarakat tidak ada manusia tidak ada bisa terbentuk satu masyarakat.
Adanya manusia disebabkan adanya hidup, karena ada hidup, maka bisa berpikir dan dapat merubah masyarakat dimana seseorang tinggal. Masyarakat selalu berubah dan inilah yang disebut kemajuan.


Manusia sebagai salah satu dari ciptaan Tuhan, dikenal sebagai mahluk yang sangat berbeda dengan mahluk hidup lainnya. Manusia mempunyai kemampuan untuk menggunakan pikirannya. Widyosiswoyo mengatakan: "kemampuan manusia berpikir merupakan suatu perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia."
Kemampuan manusia berpikir membedakannya dari mahluk hidup lainnya. Kalau kita mengamati lingkungan di sekeliling kita, kita akan menemukan beberapa fakta penting yang membuat manusia berbeda dengan mahluk hidup lainnya. Contohnya: manusia bertindak berdasarkan naluri berpikir yang rasional, sedangkan binatang bertindak berdasarkan insting. Kemampuan manusia untuk berpikir membuat manusia dapat merencanakan sasaran hidupnya, sedangkan binatang tidak dapat melakukan perencanaan seperti itu.
Perbedaan antara manusia dengan mahluk hidup lainnya didukung oleh bukti-bukti yang dicatat dalam Alkitab yang menyatakan bagaimana manusia dengan segala kelebihannya dapat mengambil keputusan penting dalam kehidupannya. Keputusan-keputusan yang diambil oleh manusia seringkali juga mempengaruhi orang-orang di sekitarnya (Kej. 3:1-7; 6:1-6; 11:1-9). Widyosiswoyo berpendapat:
Apa yang diciptakan manusia pada suatu waktu merupakan rasa dan karsa sebelumnya. Mungkin apa yang diciptakan waktu itu memuaskan baginya. Bila tidak memuaskan untuk waktu itu, diperbaikinya agar kepuasannya diperolehnya.

 
Kemampuan manusia untuk menggunakan kekuatan pikirannya, menghasilkan beberapa jenis ketidak puasanan dalam hidupnya, antara lain:
  1. Manusia tidak pernah puas dengan segala sesuatu yang telah didapatkannya.
  2. Manusia tidak pernah puas dengan segala sesuatu yang sudah diketahuinya.
  3. Manusia tidak pernah puas dengan segala pengalamannya.
Semua jenis ketidak puasan di dalam kehidupan manusia menghasilkan satu sifat menyukai perubahan dalam kehidupan pribadinya maupun kelompoknya.
Kemampuan manusia untuk membuat suatu perubahan di lingkungan masyarakat di mana ia tinggal membuktikan bahwa manusia adalah mahluk yang dinamis, bukan mahluk yang statis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata "dinamis" berarti bahwa manusia dapat melakukan dengan penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan dirinya dengan lingkungan di sekitarnya. Artinya dalam perjalanan hidupnya, manusia sebagai satu pribadi yang dinamis dengan segala komponen yang ada di dalam dirinya senantiasa bergerak dan mengadakan interaksi sosial dengan manusia lain di sekitarnya.
Soekanto mengutip pernyataan Kimball Young dan Raymond W. Mack yang menyatakan: "interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena tanpa interaksi sosial, tak mungkin ada kehidupan bersama." Pada waktu manusia mengadakan interaksi dengan sesamanya, dihasilkanlah apa yang disebut sebagai satu perubahan. Perubahan tersebut dapat berupa "perubahan sistem dalam satu kelompok masyarakat, dan perubahan pola-pola kehidupan."
Manusia sebagai komponen utama dari suatu masyarakat dalam kapasitasnya sebagai mahluk sosial mempunyai peluang untuk menciptakan perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Apa pun jenis kegiatan yang dilakukan di antara masyarakat akan mempengaruhi proses kehidupan masyarakat. Berdasarkan pada fakta-fakta ini, maka manusia dapat disebut sebagai penyebab utama semakin jamaknya kehidupan masyarakat.

 

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Manusia dengan segala kelebihannya senantiasa menginginkan kehidupan yang lebih baik. Manusia mengusahakan berbagai cara untuk dapat mewujudkan kehidupan sesuai dengan harapan-harapan yang dimilikinya. Manusia tidak pernah berhenti untuk mewujudkan perubahan demi perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya.
Sejarah mencatat bahwa usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mengadakan perubahan demi perubahan dalam kehidupannya memberikan hasil. Pada abad ke XVII, di Eropa timbul satu gerakan yang disebut dengan gerakan pencerahan atau yang lebih dikenal dengan zaman renaisance. Gerakan tersebut menitik beratkan kebenaran pada ilmu pengetahuan dan intelektual, kebenaran berdasarkans fakta dan hukum-hukum alam. Immanuel Kant memberikan tema untuk abad tersebut yaitu "Berani Untuk Mengetahui," dan Newbigin menjelaskan tema itu sebagai "panggilan supaya memiliki keberanian untuk berpikir demi dirinya sendiri, untuk menguji segala sesuatu dalam terang akal budi dan suara hati, bahkan berani untuk menanyakan tradisi-tradisi yang paling suci sekalipun."
Setelah zaman tersebut, dihasilkanlah penemuan-penemuan ilmiah antara lain: ilmu tentang samudera dan benua, obat-obatan, sarana-sarana komunikasi seperti telegram, telepon, mesin percetakan, generator listrik dan transformator, kapal uap, kereta api, komputer, pesawat terbang, dan banyak penemuan-penemuan lainnya. Keberhasilan manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak yang luas ke seluruh dunia, termasuk ke daerah perkotaan di Indonesia, dan salah satu di antaranya yaitu kota Jakarta. Perhatikanlah tabel berikut ini:
Sebelum Mengenal Ilmu Pengetahuan Modern
Setelah Mengenal Ilmu Pengetahuan Modern
Daerah perkotaan hanya menjadi tempat untuk menjual hasil-hasil pertanian, dan sekaligus sebagai tempat untuk membeli barang-barang kebutuhan yang tidak terdapat di desa.Perkotaan menjadi daerah yang perlu diperhatikan karena adanya asumsi bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang berpusat di kota sanggup untuk mengubah kehidupan manusia.

  Tabel 3. Perbedaan Pandangan Masyarakat
Sebelum dan Sesudah Mengenal Ilmu Pengetahuan Modern.

Masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi modern ke Indonesia, khususnya yang berpusat pada daerah perkotaan memberikan dampak yang cukup signifikan. Tabel di atas menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam masyarakat tentang kota.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak lain yaitu timbulnya gerakan dalam masyarakat yang disebut dengan urbanisasi (akan dibahas pada sub judul berikutnya), yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. Hal ini menjadi sangat mungkin terjadi karena pertukaran informasi yang semakin mudah. Pada zaman ini, ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan kontribusi baru dalam dunia informasi. Alat-alat komunikasi telah tersedia dalam berbagai bentuk, seperti: telepon, telegram, televisi dan radio, komputer, dan maupun media cetak.
Sarana-sarana tersebut memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi dari masyarakat yang bermukim di daerah lainnya. Kemudahan-kemudahan untuk memperoleh informasi menjadi satu daya dorong dalam diri manusia yang hidup di zaman ini untuk membuktikan informasi-informasi yang diperolehnya. Pembuktian terhadap informasi-informasi tersebut di dukung oleh kemudahan untuk menjangkau daerah lain karena ditemukannya alat-alat transportasi darat, laut, dan udara.

 
Urbanisasi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala peralatan yang dihasilkannya memberikan dampak baru dalam kehidupan masyarakat, baik bagi anggota masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun bagi anggota masyarakat yang tinggal di pedesaan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat manusia masuk dalam zaman yang materialistis. Segala sesuatu diukur dengan kemampuan untuk memiliki serta menikmati hasil-hasil ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Masyarakat desa mulai melihat kota sebagai daerah yang memungkinkannya untuk mewujudkan keinginan-keinginannya. Masyarakat di pedesaan juga terpengaruh dengan informasi-infomasi yang diperolehnya tentang kehidupan di perkotaan. Akibat dari pengaruh-pengaruh informasi tersebut, masyarakat pedesaan mulai bergerak untuk pindah ke kota-kota di sekitarnya. Perpindahan masyarakat pedesaan ke kota ini disebut dengan "urbanisasi."
Urbanisasi membuat perkotaan menjadi daerah yang berpenduduk majemuk, karena pada waktu terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota, mereka juga sekaligus membawa serta atribut-atribut yang dimilikinya, seperti jenjang pendidikan, keahlian yang dimilikinya, kepercayaannya, dan status sosialnya. Menurut para ahli antroplogi, perpindahan penduduk dari desa ke kota, menyebabkan terjadinya proses akulturasi yang cepat. Penduduk yang datang dari desa membawa serta budaya aslinya, kemudian ia akan mengadaptasi budaya-budaya di perkotaan. Dengan demikian, "urbanisasi" merupakan salah satu pemicu semakin majemuknya kehidupan masyarakat di perkotaan.

 
Dampak Dari Pluralnya Masyarakat Kota

Kehidupan masyarakat perkotaan yang majemuk membuat kehidupan di perkotaan penuh dengan persoalan. Di satu sisi, perkotaan menjadi tempat yang menjanjikan untuk menikmati hidup yang berkelimpahan secara materi dan menjadi tempat yang tepat untuk mewujudkan cita-citanya, tetapi bagi anggota masyarakat lainnya, kota merupakan tempat penindasan dan kesengsaraan.
Fenomena tentang kehidupan di perkotaan di Indonesia ini dijelaskan oleh Halim dalam kutipan berikut ini :
Perkotaan akan menjadi tempat yang sangat menyeramkan, disamping surga bagi sebahagian orang. Keberhasilan penduduk di perkotaan akan membuat hidup yang bermewah-mewah yang tidak wajar. Sedangkan kemiskinan yang akan menjadi satu pemandangan yang negatif bagi dunia luar dan meningkatkan potensi kriminalitas di perkotaan karena tuntutan hidup.

 
Kehidupan masyarakat kota yang majemuk khususnya dalam kehidupan masyarakat Jakarta tercermin dalam kehidupan masyarakatnya yang beragam. Kemajemukan itu menghasilkan dampak-dampat antara lain:
  1. Timbulnya kesenjangan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
  2. Sangat memungkinkan timbulnya permusuhan antar kelompok masyarakat
  3. Terjadinya kompetisi di antara masyarakat
  4. Meningkatnya angka kejahatan
  5. Setiap orang cenderung individualistis.
  6. Masyarakat cenderung menerima perubahan yang terjadi di lingkungan di sekitarnya.
Dalam kehidupan masyarakat kota yang majemuk, sering kali timbul kesenjangan dalam berbagai aspek. Kesenjangan tersebut terjadi karena berbagai perbedaan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan.
Perbedaan tatanan kehidupan masyarakat kota Jakarta dapat dilihat dalam bidang kehidupan berikut ini:
  1. Dalam bidang perekonomian masyarakatnya.
    Di antara masyarakat kota Jakarta terdapat orang-orang yang mempunyai tingkat perekonomian yang sangat mapan, dan di antaranya juga hidup orang-orang yang tingkat perekonomiannya sangat memprihatinkan. Bagi anggota masyarakat yang tingkat perekonomiannya lebih baik memberikan banyak kemudahan untuk memperoleh apa saja yang dikehendakinya, sedangkan bagi anggota masyarakat yang tingkat perekonomiannya rendah, keinginan untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari pun menjadi satu masalah besar. Mereka yang hidup dalam kemiskinan menjadi orang yang tersisihkan dari komunitas dimana ia tinggal.
  2. Dalam Aktivitas sehari hari.
Ditinjau dari sisi aktivitas masyarakatnya, di kota Jakarta terdapat anggota masyarakat dengan aktivitas yang sangat beragam. Aktivitas tersebut dapat dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu sangat sibuk, sibuk, dan santai.
  1. Dalam bidang pendidikan.
Di antara masyarakat kota Jakarta, dapat ditemukan orang berpendidikan dan orang-orang yang tidak berpendidikan.
Widyosiswoyo mengemukakan:
Penduduk di perkotaan berasal dari daerah yang bermacam-macam, mereka satu dengan yang lain merasa bukan bersaudara, sehingga mudah terjadi permusuhan. Itulah yang antara lain mendorong penduduk yang berasal dari daerah yang sama bertempat tinggal di lingkungan yang sama, sehingga di Jakarta misalnya terjadi Kampung Melayu, Kampung Ambon, Kampung Jawa, dan sebagainya."

Sifat kesukuan merupakan sifat dasar dari masyarakat Indonesia. Sifat ini dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat, sekalipun telah hidup di perkotaan ikatan kesukuan masih kuat. Apabila ada anggota masyarakat dari satu suku diperlakukan dengan tidak adil oleh suku lain, sering sekali membuat orang dari suku yang menerima perlakuan tidak adil tersebut mencoba ikut membela. Tindakan-tindakan seperti ini sering kali menyebabkan timbulnya permusuhan antar suku. Contohnya: peperangan antara suku Batak dengan suku Ambon sering terjadi di daerah Universitas Kristen Indonesia dan Cililitan. Makmur menyoroti masalah ini sebagai satu masalah lebih luas lagi cakupannya yaitu masalah "SARA."
Dalam kehidupan masyarakat kota yang semakin majemuk terdapat berbagai aktivitas yang tidak dibatasi oleh waktu. Masyarakat cenderung menjadi budak materi. Nilai hidup seseorang dipengaruhi oleh banyaknya uang yang dimilikinya. Keadaan ini menghasilkan satu semangat kompetisi yang destruktif. Widyosiswoyo, mengemukakan:
Persaingan dalam kehidupan kotalah yang justru dapat mendorong kota jauh lebih cepat berkembang. Manusia kota ditantang dengan macam-macam soal kebutuhan, maka mereka berusaha lebih keras demi kejayaannya (survive atau bertahan) dalam hidupnya.

 

Kebutuhan hidup di kota memaksa setiap angota masyarakatnya untuk berjuang dengan sekuat tenaga dan kemampuannya. Wongso mengemukakan "mereka sudah kehilangan perasaan santai, khawatir tidak menepati waktu atau janji, pikiran mereka selalu tegang dan tidak dapat rileks. Bertambahnya jumlah penduduk kota Jakarta menyebabkan kebutuhan akan sandang, pangan dan papan semakin meningkat. Sesuai dengan prinsip ekonomi, dimana semakin bertambah permintaan barang, maka semakin tinggilah nilai atau harga dari barang. Tanpa adanya usaha yang keras untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari harga-harga kebutuhan pokok tersebut, akan sulit untuk menjalani kehidupan di kota.

Semangat kompetisi di antara masyarakat kota sering kali direalisasikan dengan cara-cara yang negatif. Kelompok masyarakat yang memilih jalur ini biasanya lebih cenderung melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Sebagai contoh, karena kurangnya persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk masuk ke satu instansi tertentu, ada orang yang lebih memilih untuk menempuh cara-cara yang tidak benar. 

Tingginya kompetisi di antara anggota masyarakat memaksa beberapa orang dari mereka mulai melupakan nilai-nilai moral yang selama ini diagung-agungkan oleh nenek moyang bangsa ini. Moralitas yang menjadi standar perilaku interaksi antar manusia dijungkir balikkan oleh keinginan untuk menang dalam kompetisi. Kuatnya keinginan tersebut, memaksa orang-orang tertentu untuk mengkomersialkan bagian-bagian tubuhnya demi untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Anis K. Al-Syari; staf Ahli Poros Tiga Institute Culture dalam satu artikel berjudul "Pornoisme dan Masyarakat Anestesi" mencatat:
Seorang gadis cantik yang kuliah di sebuah kota metropolis dengan sangat berani melakukan perubahan cepat pada penampilannya. ... wajah boleh bahenol, tetapi jika berpakaian sangat kampungan mungkin akan kelihatan tidak menarik. Jika tidak mengkonstruk dirinya dengan pakaian yang sedikit mempertontonkan keperempuanannya.

Menayang, ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI dan Sabaroeddin, dosen FISIP UI, mengupas satu fenomena kehidupan orang-orang muda berduit di kota Jakarta. Dalam artikel tersebut dicatat "orang-orang muda berduit memanfaatkan wanita-wanita muda yang bekerja sebagai pemuas nafsu di kafe dan klub-klub yang tersebar luas di kota Jakarta ini." Kedua catatan ini membuktikan semakin kurangnya keinginan beberapa bagian dari komponen masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai moral yang telah ditetapkan oleh para leluhurnya.

Kemajemukan kehidupan masyarakat di kota Jakarta juga menimbulkan dampak meningkatnya angka kejahatan. Di tengah kesibukan anggota masyarakat, masalah kejahatan bukanlah suatu hal yang asing. Di kota ini terdapat berbagai bentuk kejahatan, antara lain: perampokan, pencurian, penodongan, penjualan obat-obatan terlarang, pemerkosaan, pembunuhan, penipuan dan banyak lagi bentuk-bentuk kejahatan lainnya. Meningkatnya angka kejahatan tersebut menyebabkan lingkungan hidup yang kurang aman.
Kurangnya rasa aman dalam kehidupan masyarakat menghasilkan perasaan saling mencurigai di antara anggota masyarakat itu sendiri. Apabila ada seseorang yang kurang dikenal atau belum pernah dikenal sebelumnya, masyarakat lebih memilih untuk menutup diri terhadap orang tersebut. Kurangnya rasa aman di kota Jakarta sudah bukan satu rahasia lagi. Hal ini dapat dibuktikan dari maraknya pemberitaan yang disampaikan melalui media elektronik dan maupun media cetak. Sebagian besar berita yang disampaikan oleh media-media informasi tersebut berisi berita antara lain: penculikan terhadap orang-orang tertentu, perampokan, pencurian, pembunuhan, penjualan obat-obatan terlarang, pemerasan, penipuan dalam berbagai cara, dan banyak lagi bentuk-bentuk yang membuat kehidupan di kota Jakarta menjadi kurang aman.

Di tengah kehidupan masyarakat kota Jakarta yang majemuk, kita juga akan menemukan kurangnya rasa keperdulian terhadap sesama manusia. Sebahagian besar masyarakat di kota Jakarta merupakan orang yang individualis. Meningkatnya sifat ini disebabkan antara lain beratnya tuntutan kehidupan sehingga setiap orang harus berjuang demi kelangsungan hidupnya sendiri. Sifat ini juga karena faktor kurangnya rasa aman.
Kehidupan di kota Jakarta yang selalu berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Terkadang situasi dapat menjadi sangat memaksa untuk mengikuti perubahan tersebut. Banyak orang yang datang dari pedesaan tidak dapat mempertahankan pola pikirnya yang asli dan dengan terpaksa atau dengan suka rela mengadaptasi pola pikir dan pola hidup di kota.

Rabu, 21 Desember 2011

Adakah Yesus Datang Hanya Untuk Orang Israel Saja!


Beberapa waktu yang lalu ada seorang bapak mengutarakan perihal kedatangan Yesus. Menurut Bapak tersebut, Yesus datang hanyalah kepada orang Israel saja. Pernyataannya itu membuat orang percaya yang mendengar sempat kaget. Adakah Yesus Datang Hanya Untuk Orang Israel Saja! Apa pendapat Anda?

 

Rabu, 19 Oktober 2011

Toko yang menjual Istri

Sebelum Anda melanjutkan untuk membaca artikel ini, perlu saya memberitahukan bahwa ini bukanlah tulisan asli saya. Artikel ini saya kutip dari http://www.wartaunik.com/138-toko-yang-menjual-istri.html Mengapa? Hari ini tanggal 19 Oktober 2011, saya sedang menyelidiki artikel yang mebahas tentang membuat menu dropdown. Eh... mata saya tergoda untuk membaca artikel dengan judul tersebut.


Bagaimana kisahnya? baca lanjutannya.




Toko yang menjual istri, baru saja dibuka di sebuah kota . Di sana , laki2 dapat memilih istri.
Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.
“Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI”
Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut.
Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Lalu, seorang laki2 pun pergi ke toko “istri” tersebut untuk mencari istri…

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan.
laki2 itu tersenyum,kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil. Kembali laki2 itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 3 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cantik banget.
” Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.

Lalu sampailah laki2 itu di lantai 4 dan terdapat tulisan Lantai 4 :
wanita di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cantik banget dan suka membantu pekerjaan rumah.
”Ya ampun !” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya”
Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini :

Lantai 5 : wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil,cantik banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.
Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia
melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini :
 
Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.000. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk Anda yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di toko “istri”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat Anda.
Pesan moral ini bkn cm utk pria tp jg wanita: “Tetaplah slalu merasa puas akan pasangan yg sudah Tuhan sediakan. Jgn terus mencari yg terbaik tp jadikanlah yg baik yg ada dr yg sudah Tuhan sediakan, itulah pasangan yg terbaik bagi kamu seumur hidupmu hingga maut memisahkan.

Kamis, 29 September 2011

Kenali Diri-mu + Kenali Tuhan-mu = Tindakan-mu

Kurang lebih sebelas tahun lamanya negeri ini sepertinya tidak henti-hentinya dari teror bom. Setiap teror bom ini disuarakan dan maupun dilakukan, menghasilkan satu ketakutan tersendiri bagi masyarakat negeri ini.  Padahal negara ini memiliki Pancasila dan UUD 45 yang di dalamnya dimuat nilai-nilai yang menegaskan akan kebebasan untuk menjalankan kehidupan bebas dari rasa terteror bagi warganya. Dimanakah kebebasan tersebut dapat ditemukan?

Negara ini juga percaya akan adanya Tuhan yang maha esa. Tuhan yang juga dipercaya sebagai Tuhan yang adil. Namun saat kapankah keadilan Tuhan ditegakkan di negeri ini? Atau apakah tidak ada lagi tempat bagi Tuhan untuk menyatakan keadilan itu?  Mengapa banyak orang yang malah mendahului untuk menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang katanya berdosa. Namun ketika penghukuman itu dijalankan dengan meledakkan bom, ternyata banyak orang tidak tahu menahu soal dosa yang dimaksudkan juga turut menjadi korban. Inikah yang disebut keadilan?

Mengapa banyak orang rela mati demi yang namanya "jihad"? Bukankah itu sama dengan bunuh diri? Agama mana yang mengajarkan bahwa bunuh diri itu mendapat perkenanan di mata Tuhan? Apakah orang yang bunuh diri akan masuk ke kehidupan yang kekal atau ke dalam neraka yang kekal?


Itulah sekedar pendahuluan untuk kita renungkan bersama.

Pada kesempatan ini saya mengajak Anda untuk melihat pesan yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada jemaat Kristus yang ada di daerah Efesus. Efesus 1: 1-4 :
  1. Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.
  2. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
  3. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
  4. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 
Apakah pesan yang dapat kita petik dari tulisan Paulus di atas?

1. Paulus mengenali dirinya dan batasan wewengannya!

Perhatikanlah kalimat yang terdapat pada ayat 1 : "Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus."
    Siapakah Paulus :
      • Secara kelahiran ia adalah seorang Yahudi, Suku Benyamin (Rom 11:5; Pilipi 3: 5)
      • Lahir dan besar di Tarsus, (Kis 9: 11; 21: 29; 22: 3),
      • Menurut pengakuannya sendiri, dia seorang Farisi, demikian juga ayahnya (Kis. 23:6). Berbicara bahasa Aram ("orang Ibrani asli"), dan diajar membuat tenda pada masa mudanya (Kis. 18:3)
      •  Menurut sejarahnya, suku Benjamin itu orang-orang yang berjiwa pejuang, dan agaknya, Paulus menyatakan semangat yang amat besar dalam semua usahanya, terutama sekali dalam penganiayaan terhadap gereja (Gal. 1:13).
      • Pada usia muda dia pergi ke Yerusalem, dan menurut kesaksiannya yang tertulis dalam Kisah Para Rasul dia belajar di bawah pimpinan Rabi Gamaliel I yang terkenal, guru yang utama pada sekolah Hilel (Kis. 22:3).
      • Sebelumnya Namanya “Saulos” – Nama asli Jahudi – harapan, dan berubah nama menjadi “Paulos” – Kecil,
      • berkewarganegaraan Romawi 
    Semua keunggulan Paulus di masa lalu ketika ia di luar Kristus, tidak membuatnya menjadi bangga. Malahan ia berkata bahwa segala sesuatu itu dianggapnya sampah oleh pengenalannya kepada TUHAN. Dari pesan ini, setiap orang akan mengenali siapa dirinya dengan baik apabila ia dapat mengenali siapa TUHAN yang kepada-Nya ia menyembah. Ketika Paulus berjumpa dengan Kristus, dan kemudian sadar bahwa Kristus menetapkannya menjadi Rasul-Nya, Ia menyikapi kerasulannya dengan cara yang bertanggung jawab.
    Itulah sebabnya ketika ia menuliskan pesan kepada jemaat di Efesus, ia sangat berhati-hati untuk menyampaikan pesan tersebut. Perhatikanlah kelanjutan dari frase “rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah.” Pengenalan Paulus kepada Tuhan sekaligus menyadarkannya untuk bertindak bukan berdasarkan kehendaknya, dan atau penilaiannya. Pengenalan akan Tuhan itu membuatnya berhati-hati dalam bertindak. Ia mengerti akan arti menghargai Tuhan dan wewenang Tuhan dalam hidupnya.
    2. Paulus mengenal siapa Tuhan yang dia layani!
    1  Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, ... 2  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 3  Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

    Siapakah Tuhan Yang Paulus layani :
    • Dia adalah Tuhan yang memiliki kehendak. Memiliki kehendak adalah salah satu ciri dari sesuatu yang bersifat pribadi. Jadi Tuhan bukanlah satu mitos di masa lalu, Tuhan bukanlah sesuatu yang lahir dari daya imaginasi manusia. Tuhan adalah pribadi yang ada dengan sendirinya, sebab Dia memang ada. Kehendaknya Kudus dan murni sama seperti diri-Nya adalah kudus dan murni. Dengan kehendak-Nya itu juga Ia menginginkan setiap ciptaan boleh mengalami keberadaan-Nya yang tidak terbatas. 
    • Perlu kita pahami bahwa Tuhan yang memiliki kehendak itu,bukanlah Tuhan yang mempergunakan kehendaknya dengan semena-mena. Ia berkehendak agar kita mengenal sifat ke – Bapaan-Nya. Sebagai Bapa, Ia senantiasa hadir dalam setiap aspek kehidupan kita. Tidak ada bagian dari kehidupan kita yang terlepas dari pengamatan-Nya. Bahkan hal terpenting yang sangat kita butuhkan pun Telah Ia sediakan melalui Eksistensi dan karya penebusan yang Yesus Kerjakan di bukit Golgota. Inilah satu-satunya jalan untuk kita mengalami perdamaian dengan diri Tuhan Allah yang maha kudus itu. Inilah satu-satunya jalan untuk menjembatani kita dengan Tuhan yang maha kudus, sehingga tidak ada lagi penghalang yang menghalangi kita untuk mengalami kehidupan yang berkualitas di kekekalan sana.

    3. Paulus hidup untuk memuji Allah
    Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. (Efesus 1: 3)
     Pengenalan yang benar akan siapa Tuhan dalam hidup kita memberikan penilaian yang benar akan hal siapa kita dan mengapa kita ada dimuka bumi ini. Tuhan tidaklah salah menempatkan Anda di bumi ini.
    Tahukah Anda bahwa hidup yang Anda jalani saat ini hanyalah anugerah dari sang Tuhan? Hidup di muka bumi ini hanyalah berbicara tentang dua huruf penting, yaitu B dan D. Huruf B berbicara tentang Birthday, yaitu hari lahir, dan huruf  D berbicara tentang death day. Di antara B dan D itu ada yang disebut dengan rentang waktu yang disebut waktu. Anda mungkin tahu hari kelahiran Anda, karena sudah terjadi. Tetapi tahukah Anda kapan saatnya kematian itu menjemput Anda dalam cara yang Tuhan kehendaki? " ........... " tidak seorang pun yang mengetahuinya kecuali mereka yang dengan sengaja memutuskan untuk menyudahi kehidupannya.
    Tahukah Anda bahwa sekali pun Anda mati secara fisik, bukan berarti kehidupan Anda berakhir seratus persen? Namun di kehidupan yang manakah Anda nantinya di kekekalan, itu tergantung kepada satu huruf di antara B dan D, yaitu huruf C. Huruf C berbicara tentang "Choice."  Dalam cara yang bagaimana Anda memilih untuk menjalani kehidupan ini, dan dengan cara bagaimana Anda memilih untuk mengakhiri kehidupan di dunia ini akan menentukan kehidupan kekal apa yang akan Anda jalani nantinya.   

    Tuhan menghendaki agar kita menjalankan hidup yang berkualitas. Sebab hidup yang demikian mencerminkan siapa Tuhan yang Anda sembah. Semakin baik Anda memanfaatkan hari-hari yang Tuhan berikan kepada Anda, semakin besar citra TUHAN terpancar dari hidup Anda. Dengan demikian maka hidup Anda menjadi puji-pujian bagi kemuliaan Dia yang Anda yakini sebagai Tuhan.
    3. Paulus mengetahuilah untuk apa Allah memilihnya!
    Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (Efesus 1: 4)
    Allah Tahu saat yang tepat untuk menentukan pilihan-Nya atas setiap kita. Allah memilih kita tidak berdasarkan campur tangan pihak lain. Ia memilih kita berdasarkan predestinasi-Nya. Oleh Karena itu, sepatutnyalah kita serius menyikapi keputusannya untuk memilih kita menjadi milik-Nya.
    Ketika Tuhan Allah memilih kita, Allah mengetahui tujuan-Nya mengapa Ia memilih kita. Satu-satunya tujuan-Nya adalah agar kita menjadi kudus. Sama seperti Ia adalah kudus. Ia berkehendak agar kita tidak lagi kompromi dengan pola-pola dunia ini, melainkan mengadopsi pola sorgawi yang kita aplikasikan dalam kehidupan kita setiap hari. Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan, peraih Nobel Perdamaian 1993 "Afrika Selatan tidak akan maju tanpa pengampunan." Nelson Mandela tidak membalaskan perbuatan keji dari tokoh-tokoh apartheit di negaranya,melainkan memberikan pengampunan atas mereka. Ia lebih memilih untuk menyerahkan pengadilan kepada Tuhan. Sekali pun ia sudah duduk di kursi kekuasaan, ia tidak menggunakan kekuasaan itu menjadi kesempatan untuk menghukum mereka yang pernah menjebloskannya ke dalam penjara. Dampaknya, Tuhan memberkati Afrika Selatan. Apakah Anda rindu keberkatan yang sama melanda Indonesia? Kenali diri Anda, Kenali Tuhanmu, niscaya kedua pengenalan ini akan menolong Anda untuk memilih menjadi agen perdamaian di negeri ini.
    Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi Anda. Indonesia penuh damai. Tuhan Memberkati.

    Jumat, 09 September 2011

    Bahagia mungkinkah saya mengalaminya?

    Setiap orang berharap agar hidup bahagia. Kalau kita bertanya kepada orang-orang yang kita jumpai, "apa yang ingin Anda dapatkan dalam hidup ini?" Rata-rata akan menjawab "saya ingin bahagia".
    Apakah definisi bahagia itu? Bagi kebanyakan orang,mereka mendefinisikannya sebagai berikut :
    • Memiliki rumah bagus, mobil mewah, istri cantik/suami yang ganteng dan anak-anak yang lucu
    • Hidup tenteram dan tidak punya banyak masalah.
    • Mendapatkan seseorang yang mencintai dan dicintai seumur hidup.
    • Menjadi diri sendiri.
    • Bebas melakukan sesuatu dan tidak terikat orang lain.
    • Terlepas dari keadaan yang membuat stres.
    Menurutkamus besar bahasa Indonesia Bahagia adalah :
    1. keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan): -- dunia akhirat; hidup penuh --; 2 a beruntung; berbahagia: saya betul-betul merasa -- krn dapat berada kembali di tengah-tengah keluarga; ber·ba·ha·gia a 1 dl keadaan bahagia; bahagia; 2 v menikmati kebahagiaan; bahagia;

    Bahagia mungkinkah saya mengalaminya? Itulah satu pertanyaan yang perlu saya ajukan pada diri saya. Setelah menyelidiki kitab Yakobus 1:25 : Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

    Kitab Yakobus adalah surat yang dituliskan oleh Yakobus saudara Yesus. Yakobus adalah seorang pemimpin jemaat di Yerusalem. Ia adalah saudara Tuhan Yesus(Mat 13:55) Suratini dikirimkan oleh Yakobus kepada dua belas suku Israel di perantauan. Dalam pembukaan suratnya, Yakobus menyinggung hal pencobaan dan kebahagiaan. Perhatikanlah ayat 2 dan 12, dan juga ayat 25. Kalau kita perhatikan sekilas hal penerima surat ini, Yakobus tidak memberikan klasifikasi usia dari penerimanya. Mereka adalah orang percaya yang sedang mengalami berbagai-bagai penderitaan dan  pencobaan. Namun Yakobus tetap saja menyinggung hal bahagia atau berbahagia dalam hidup sebagai orang percaya.

    Setiap orang percaya dapat mengalami kebahagiaan dalam hidupnya.
    Bagaimanakah agar Setiap orang Muda dapat mengalami kebahagiaan dalam hidupnya
    Syarat-syarat agar setiap orang muda dapat mengalami kebahagiaan dalam hidupnya:

    Ia adalah seorang percaya yang suka meneliti hukum yang sempurna! Meneliti dalam konteks ini berarti bergerak masuk untuk mengenal secara detil sampai memahami intisari dari hukum itu. Karena itu, orang percaya haruslah bekerja keras untuk benar-benar melakukan penyelidikan itu. Ini bukanlah pekerjaan yang sepele. Orang percaya tersebut haruslah benar-benar menyelidikinya dengan sepenuh hati. Hukum /nomos adalah satu kata yang mewakili hukum-hukum /perintah-perintah TUHAN yang terdapat dalam kitab-kitab PL dan juga PB. Yakobus menegaskan kembali pesan yang pernah Yesus katakan kepada murid-murid-Nya tentang kekuatan hukum itu. Perhatikanlah kutipan berikut ini:


    Yoh 8:31-32:  31  Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32  dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." dan bandingkanlah dengan Yakobus 1: 25.
    Hukum itu mempunyai kekuatan untuk memerdekakan jiwa dan raga setiap orang percaya.

    Ia adalah seorang percaya yang hidup dengan Bertekun dalam Hukum itu! Hukum Tuhan adalah hukum di atas segala hukum. Jadi tidaklah mudah untuk melakukannya. Namun Yakobus menegaskan bahwa jikalau kita ingin berbahagia, kita harus melakukannya sesuai dengan tuntutan hukum itu. Setiap orang yang ingin berbahagia, haruslah berkomitmen untuk hidup di dalamnya secara terus-menerus. Saat kapan kita akan disebut sebagai orang yang bertekun? Jawabannya sederhana: kita akan dikelompokkan sebagai orang yang berbahagia apabila kita masih mengerjakan tuntutan-tuntutan hukum itu sekalipun situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk mengerjakannya.

    Kiranya tulisan ini bermanfaat.

    Senin, 22 Agustus 2011

    Belajar Memaknai kemerdekaan dari kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego!

    Daniel  1-3


     Pendahuluan
     66 tahun sudah negeri ini merayakan kemerdekaanya, namun faktanya esensi dasar dari kemerdekaan itu tidak juga terealisasi dalam praktek hidup masyarakatnya.  Masih banyak masyarakat negeri ini hidup dalam taraf hidup dengan kualitas rendah. Pemberitaan di Kompas Cyber mengungkapkan definisi kemerdekaan menurut Presiden hanyalah sebatas merdeka dari penjajahan negara asing. Faktanya penduduk negeri ini masih banyak mengalami penindasan di mana-mana.  Dulu negara kita dijajah oleh bangsa asing, sekarang negara ini dijajah bangsa ini sendiri.  Metrotv  sempat menayangkan satu pertanyaan : Indonesia sudah merdeka; sudahkah kita merdeka? Padahal negeri ini mengaku memiliki dasar negara yang baik, yaitu Pancasila.  Sila pertama berbunyi : “Ketuhanan yang maha esa”  Ini sesuai dengan undang-undang dasar 45 yang menjaminkan kebebasan menjalankan ajaran agamanya,  namun hanya segelintir orang saja yang dapat menjalankannya.  Perhatikanlah Kutipan berikut ini (dikutib dari : http://map-bms.wikipedia.org/wiki/UUD_45) :

    BAB XI AGAMA

    Pasal 29
    (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
    (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

    Dimanakah wujud kemerdekaan itu sendiri?

    Sudah lupakah penduduk negri ini dengan  sejarahnya. Sudah lupakah negara ini mengapa para pejuang kemerdekaan mempertaruhkan nyawanya demi negeri ini? Apakah negeri ini sudah seperti beberapa pemimpinnya yang sakit lupa ingatan? Hal ini terlihat jelas dalam kehidupan komponen bangsa ini mulai dari lapisan teratas sampai lapisan bawah. Mulai dari pemimpin-pemimpin bangsa ini sampai kepada  masyarakat kecil.  Lalu benarkah negara ini sudah merdeka?
    Hari ini, marilah kita belajar “Memaknai kemerdekan dari persfektif tokoh Sadrakh, Mesak dan Abednego” Mereka adalah tokoh yang tidak asing lagi bagi kita semua. Kisahnya sungguh menarik untuk kita baca. Kisahnya tidak habis-habisnya untuk kita bahas. Dan kisah hidup mereka memberikan bukti kepada kita bahwa orang muda dapat memaknai kemerdekaan dengan cara yang benar.  Kisah hidupmereka memberikan bukti kepada kita bahwa orang muda dapat menjadi history maker generation.
    Sebelum kita membahas tentang bagaimana mereka memaknai kemerdekaan sebagai umat pilihan Allah, terlebih dahulu saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk membaca nas yang saya kutip dari kitab Galatia 5: 1,13; dan 1 Petr 2: 16 berikut ini:
    • Galatia 5:1  Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

    • Galatia 5: 13 “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

    • 1 Petrus 2:16  “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.”

    Camilo Jose Cela (1916–2002), penulis Spanyol, peraih Nobel Sastra 1989

    "Ada dua jenis manusia: satu yang mengukir sejarah dan satu lagi yang memikul beban akibatnya.”

    Sadrakh,Mesakh,dan Abednego adalah tokoh yang memaknai kemerdekaan dengan cara yang benar.
    Bagaimanakah Sadrakh,Mesakh,dan Abednego adalah tokoh yang memaknai kemerdekaan dengan cara yang benar?
    Berikut ini beberapa makna kemerdekaan dalam persfektif Sadrakh,Mesakh,dan Abednego: 

    I.           Orang  merdeka  adalah  orang  yang  berpegang pada  prinsip  hidup nya  yang  benar !
    Daniel 1 : 7  “Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.”
    Mereka adalah tiga orang muda yang ikut ditawan oleh Nebukadnezar di Babelonia. Sebagai tawanan, seharusnyalah mereka mengalami nasib yang sama dengan tawanan lainnya.Namun, status  yang kasad mata tidak  serta merta membuat mereka menjadi orang jajahan. Mereka sadar bahwa mereka berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya. 
    Badan mereka boleh ditawan, tetapi roh mereka tetap bebas – merdeka untuk mengikuti perintah TUHAN semesta Alam. Hal ini dapat kita lihat dari peristiwa-peristiwa yang mereka alami menurut catatan Daniel, al. :
          Daniel 1  : 1  “Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.”
          Ketika mereka di bawa dari Yerusalem, mereka menetapkan hati untuk tetap menyembah kepada TUHAN, dan ketika mereka tiba di Babelonia, yaitu negara yang tidak mengenal TUHAN dan cara beribadah yang selama ini –Sadrakh, Mesakh dan Abednego jalankan, prinsip hidup mereka pun tidak berubah.
          Sekali beribadah kepada TUHAN, selamanya harus beribadah kepada-Nya
     Aplikasinya : Marilah kita mengisi kemerdekaan yang telah Tuhan berikan kepada kita dengan mengacu kepada kebenaran. Jangan mudah terombang-ambing oleh berbagai-bagai godaan yang ditawarkan oleh sekitar kita.

    II.         Merdeka tidak berarti identik dengan  “hidup tanpa masalah.”
    Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang senantiasa berketetapan hati untuk hidup dengan prinsip yang benar di hadapan Tuhan, dan  TUHAN menganugerahi mereka dengan excellensi (Dan 1: 8-16), dan juga kedudukan penting sebagai pemerintah wilayah (Setingkat Gubernur) di Babel ( Dan 2: 49).
    Daniel tidak mencatatkan bahwa mereka hidup tanpa masalah. Justru karena ketetapan hati mereka itu untuk hidup sebagai orang merdeka, Daniel mencatat bahwa ada masalah-masalah besar yang mengancam jiwa mereka. Daniel 1: 8 - 16
    8. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.  9  Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;  10  tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja."
    11. Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:  12  "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;  13  sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu."
    14  Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.  15  Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 16  Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.  17  Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

    Masalah yang dihadapi oleh Sadrakh,Mesakh, dan Abednego:
    • Godaan untuk menajiskan diri dengan hal-hal yang dilarang Tuhan berhubungan dengan tubuh fisik mereka (Daniel 1),

    • Mimpi raja yang menyebabkan nyawa mereka terancam, tetapi Allah menyelesaikannya ketika mereka berharapkepada TUHAN (Dan 2). Malah mendapat jabatan sebagai gubernur (Dan 2:49  Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja.)

    • Perintah raja Nebukadnezar untuk menyembah dewanya dan menyebabkan mereka harus dibuang ke dalam perapian yang menyala-nyala 7 kali panasnya (Dan 3).

    • Merdeka tidak berarti identik dengan  “hidup tanpa masalah.”

    • Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang senantiasa berketetapan hati untuk hidup dengan prinsip yang benar di hadapan Tuhan , dianugerahi TUHAN dengan excellensi, dan juga kedudukan penting sebagai pemerintah wilayah (Setingkat Gubernur) di Babel ( Dan 2: 49).

    • Nebukadnezar mendirikan patung  dan mengharuskan seluruh  penghuni daerah kekuasaannya  menyembah patung emas itu setiap kali mendengarkan bunyi-bunyian. Bagaimana mereka menyikapinya?

    • Merdeka  berarti percaya sepenuhnya kepada Allah   (Dan 3: 12 – 18)

    • Sadrakh Mesakh dan Abenego sadar betul bahwa Allahlah pembebas yang sejati, karena itu hanya kepada-Nyalah rasa takut dipersembahkan,

    • Sadrakh Mesak dan Abednego lebih memilih mempercayai Allah yang kekal dari pada janji penguasa yang fana. Dalam hal ini mereka tidak meragukan kesanggupan Allah-nya. Perhatikanlah Daniel 3: 12-18 berikut ini:

    Senin, 15 Agustus 2011

    Melayani TUHAN di Dunia Kerja


    Kolose 3: 23-25

    Pendahuluan :

    Dahulukan yang Paling Penting

    Seorang profesor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil stoples kosong dan mengisinya dengan bola-bola golf. Kemudian ia bertanya pada murid-muridnya, "Apakah stoples sudah penuh?" Para murid setuju!! ... (dikutip dari http://www.facebook.com/note.php?note_id=422029224159)
    Kalau kita menyimak cerita tadi, sering kali dalam dunia kerja, terjadi sikap seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut. Benar tidaknya fakta bukan menjadi masalah, yang penting ABS.


    Proposisi : Setiap Pekerja Kristen haruslah memandang pekerjaannya sebagai satu pelayanan

    Pertanyaan : Bagaimana Setiap Pekerja Kristen harus memandang pekerjaannya sebagai satu pelayanan?

    Peralihan : syarat-syarat Bagaimana Setiap Pekerja Kristen harus memandang pekerjaannya sebagai satu pelayanan

    I. Lakukalah pekerjaan itu dengan hati.

    Col 3:22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.

    Dalam ayat ini, Paulus menekankan bagaimana seorang pekerja Kristen harus bersikap di lingkungan pekerjaannya. Pekerja Kristen haruslah menunjukkan sikap yang bertolak belakang dengan orang yang tidak Kristen.

    Kalau kita kembali kepada nats yang kita baca tadi, nats ini menekankan ”taatilah tuanmu (pimpinanmu) yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka.” syarat ini berat bukan? Kalau kita memandang dengan kaca mata manusia duniawi, tentu ini satu perkara yang berat. Namun kita melihat dengan kaca mata manusia rohani, ini bukanlah satu perkara yang susah.

    Paulus memberikan kunci bagaimana agar seorang pekerja kristen dapat bersikap seperti yang saya sebutkan tadi. Paulus mengatakan ”karena takut akan Tuhan.” apa maksud dari phrase ini? ”Takut akan Tuhan” memiliki arti bahwa kita haruslah :

    1. Mengenal dengan benar TUHAN yang kepada-Nya kita beribadah. Tuhan yang kepada-Nya kita beribadah seperti pada hari ini adalah supreme Divinity. Dia adalah pribadi yang ada dengan sendirinya, penuh kuasa, dan patut dihormati.

    2. Sadarilah bahwa sebagai pribadi yang supreme divinity, Allah tidak dapat dibatasi oleh waktu, tempat, dan mau pun situasi. Sehingga segala sesuatu yang kita pikirkan, rencanakan, sembunyikan, dan lakukan semua terbuka bagi-Nya.

    3. Kesadaran akan keberadaan Allah, menentukan bagaimana sikap kita memandang kewenangan seorang pimpinan. Ketika kita sadar bahwa Allah itu sungguh ada, seharusnya kita pun menyadari seberapa besar kuasa TUHAN atas hidup kita.

    Kesadaran inilah yang memacu kita untuk mentaati perintah-perintahnya. Frase tersebut di atas mengajar kepada kita bahwa sekalipun pemimpin tidak hadir secara fisik, tetapi otoritas yang ada padanya seharusnya kita hargai.

    II. Bekerjalah Seperti untuk TUHAN (melayani).

    . Kita sudah belajar mengenal siapakah TUHAN. Tuhan bukanlah pribadi yang bisa kita tipu. Apa pun yang kita pikirkan, rencanakan, rahasiakan bagi-Nya tidak ada yang tersembunyi. Oleh karena itu, sebagai umat yang menyadari siapa TUHAN-nya, Paulus Col 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

    Ayat ini menekankan pentingnya seorang pekerja Kristen melihat aktivitas kerja itu sebagai satu pelayanan kepada TUHAN.

    Ketika kita menyadari bahwa pekerjaan adalah satu pelayanan kepada TUHAN, seharusnyalah kita menyadari bahwa tidak ada aturan dalam Alkitab yang memperbolehkan seorang pelayan TUHAN melayani dengan cara yang asal-asalan. Seorang pelayan TUHAN menurut standart Alkitab haruslah melayani TUHAN dengan persiapan khusus, dan dengan cara yang khusus seperti yang TUHAN kehendaki.

    Jadi kalau kita tarik korelasinya kedunia kerja, maka seorang pekerja Kristen dituntut untuk memiliki kualitas kerja yang unggul. Artinya seorang pekerja Kristen harus memotivasi dirinya agar bekerja bukan hanya untuk memenuhi kuota rata-rata. Pertanyaan saya, ”pernahkah Anda berfikir mengapa ada di sini?” Satu penjelasan sederhana yang dapat saya berikan adalah “TUHAN menetapkan Anda di sini untuk melayani-Nya melalui profesimu.” jadi sadarilah bahwa pada hakikatnya Anda adalah pelayan TUHAN.

    Kalau kita mau jujur mengakui, sering kali orang memahami kerja seperti ini sebagai pekerjaan dalam kelompok sekuler. Namun di ayat ini Paulus mencoba memberikan pemahaman kepada kita, bahwa sekali pun Anda bekerja di dunia usaha, dan bukan di gereja, ketahuilah bahwa tidak ada istilah sekuler dan rohani. Di mana pun seorang percaya bekerja, maka ia harus menyadari bahwa ia sedang bekerja untuk kemuliaan TUHAN-nya. Oleh karena itu, maka ia harus memacu dirinya untuk bekerja sebaik-baiknya. Dengan berbuat demikian, maka seorang pekerja Kristen akan bekerja dengan kualitas unggul.

    Andrie Wongso Bila TARGET BESAR telah kita tetapkan untuk dicapai, maka jangan bimbang dan ragu. Ingat! Setiap kesuksesan besar membutuhkan komitmen tinggi untuk mencapainya!

    III. Bekerjalah untuk TUHAN, bukan untuk upah yang fana.

    Kol 3:24 ”Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”

    Dalam dunia kerja, adalah hal yang wajar berpendapat “bekerja berarti mendapatkan upah yang setimpal.” Tetapi alangkah naifnya jika seorang pekerja menginginkan gaji yang besar dengan berbagai fasilitas ini dan itu, sementara prestasi kerjanya biasa-biasa saja.

    Beberapa waktu yang lalu, salah satu stasiun radio swasta menyiarkan maraknya praktek kerja dalam lingkungan kepolisian yang dikenal dengan istilah 107, yang artinya 1 jam apel, tidak mengerjakan apa-apa, dan jam 7 pagi kembali ke kantor.

    Saudara yang kekasih di dalam TUHAN, TUHAN menentang prinsip kerja yang seperti ini. Penulis Alkitab menyatakan kepada kita bahwa pada dasarnya TUHAN tidak menentang pikiran mengenai upah. Alkitab jelas membuktikan kepada kita bahwa itu memang merupakan hak setiap pekerja. Sebagai contoh : Yesus menyatakan dalam Luk. 10: 7 “Sebab seorang pekerja patut mendapatkan upahnya.” Dan di bagian lain, Paulus mengecam orang-orang yang malas dengan berkata “Siapa tidak bekerja janganlah diberi makan.”

    Jadi apa sebenarnya yang dipesankan oleh Paulus dalam nats ini adalah baiklah kita bekerja dengan penuh ketaatan kepada TUHAN. hal ini dibuktikan dengan ketaatan kita untuk mengikuti rule yang telah ditetapkan oleh perusahaan dimana kita bekerja.

    Coba perhatikan kutipan-kutipan kata-kata hikmat berikut ini :

    Mario Teguh dalam (MT Personal Rule 35-40-45) mengatakan : "Sejak muda saya belajar dan bekerja keras TIDAK UNTUK MENCARI UANG sampai usia 35 tahun.Saya tidak mendasarkan keputusan pribadi dan karir atas jumlah uang, tetapi atas kegunaannya bagi kekuatan jiwa, kebaikan nama, dan kompetensi profesional saya....
    Jika kita tidak berfokus pada uangnya, kita MENJADI LEBIH PANTAS DIBAYAR LEBIH MAHAL DAN LEBIH AWAL."

    Oprah Winfrey berkata : “Doing the best at this moment puts you in the best place for the next moment.” dan Mike Melville”What you want to do, and what you can do, is limited only by what you can dream.

    Perhatikanlah lirik lagu berikut ini yang saya kutip dari :
    (http://www.andriewongso.com/awartikel-1741-Artikel_Tetap-Every_One_Is_Number_One)

    Everyone is number one

    Penyanyi: Andy Lau
    Suara terjemahan oleh : Andrie Wongso

    Jalanku bukanlah jalanmu, deritaku bukanlah deritamu
    Setiap manusia memiliki potensi guna menaklukan segalanya
    Airmataku bukan airmatamu, sakitku bukan sakitmu
    Langit yang sama, kebanggaan yang berbeda, satu dalam perasaan.

    Jangan gelisah dan menistai diri sendiri
    Diperlukan ketenangan dan ketegaran
    Asalkan mau menerjang ke depan, katakan pada diri sendiri, Aku dilahirkan pasti berguna!

    Everyone is number one,
    Asalkan kau tidak selalu bertanya, mampu atau tidak. Satukan energi, raihlah mimpi di dalam hidupmu untuk menyongsong masa depan dan janganlah menunggu.

    Everyone is number one,
    kunci sukses ada di tanganmu, mau atau tidak
    Alirkan keringat yang paling panas, genggamlah hati yang paling tulus
    Number one adalah milik setiap orang.

    Tanganku bukan tanganmu, mulutku bukan mulutmu
    Hanya dibutuhkan sebuah hati, badai dan hujan deras dapat menjadi kawan baik kita.

    Janganlah takut dinginnya perjalanan walaupun sampai pada sedikitnya kehangatan yang tersisa. Aku tetap akan menerjang dengan sekuat tenaga.
    Everyone is number one! Setiap Orang Adalah Nomer Satu ! Luar biasa!

    Apa yang Anda harapkan di masa depan? Bangunlah hari ini. Jangan pernah berhenti, berusahalah bukan untuk uang, tetapi untuk melayankan satu karya yang terbaik.

    God Bless YOU ALL.
    Manto Manurung, S.Th.

    Senin, 18 Juli 2011

    Jumat, 15 Juli 2011

    Checking BCU of Pulzar 180 DTSi

    BCU of Bajaj Pulzar 180DTS-i
    Every rider hoping his motorcycle is good condition. But the fact remains that no matter what type of bike, there must be the problem. Bajaj Pulsar 180 dts-i really interesting. If the review in terms of technology, virtually that this bike is no less than its competitors from Japan. This motor has many advantages, including the use of the BCU. At first glance many people will be amazed with the use of these components. Because this is a common component used in the latest four-wheeled vehicles. But it turns out the advantages of this motor is often a factor that dizzying users. Please look this passage:

        aah agan tau aja.. ane dulu kan ngojek gan
        maksud ane lampunya tu g pernah bener2 idup. sering mati..  mood2n
        kadang idup kadang mati
        lebih parah kalau malam.. ane g tau lari berapa tu motor

    Rumangsang kaskuser  give his response :
        "ane pernah kyk gt gan,,d cek sikringny msh bagus,,pas ke BERES d periksa eh ga tau nya BCU kena. msti di ganti ktnya.tau ndiri harganya brp.ane coba ke BERES yg lain,,sama ktnya BCU nya kena,,tp d BERES yg satunya mekaniknya bisa ngebenerin BCU ga perlu ganti. minta 150,,ane nego jd cepek.skrng dah ga ada mslh lgi tuh...malahan dy nawarin wat lepas BCU tp ane ga berani"
    Many users of Bajaj Pulsar confusion with the problems associated with his vehicle. In principle, as stated by the adage: "people who are not experts always blame their tools." I adopted this phrase is not to say that I am smarter than you. Not so. But I had never been in that position. The second fact is that not all pulsars authorized repair shop technicians want to be bothered. So lightly he advised the user to replace the BCU. Death of electricity Bajaj Pulsar 180 DTS-i or 200 does not mean that the BCU was damaged. Hence, I would like to share this experience how to test the BCU Pulsar.

    Where is Location of BCU Pulsar can we find?
    For us laymen, it would be the location of BCU?  BCU ("Body Control Unit") is placed inside the headlamp shell. Consider the following picture which I quoted from an article written by Indraekamala in Automotive with the title: "Replace Headlights Pulsar 200" on January 31, 2011. for more details read onhttp://indraekamaula.wordpress.com/2011/01/31/ganti-lampu-depan-pulsar-200/
    BCU Location in Head lamp Shell

     BCU is placed in the shell Pulsar Headlights. Open the four bolts on top and two bolts on the side. then remove carefully.
    BCU Unit
     What BCU functions, how the process works, and how the process of checking the BCU Pulzar 180 dts-i, see next dipostingan.