Tampilkan postingan dengan label khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khotbah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2012

Karakter Seorang Pemenang di dalam Tuhan


 Pendahuluan :

Setiap orang ingin menang dalam hidupnya, baik dalam segi perlombaan maupun segi karakter. Namun untuk memperoleh kemenangan tersebut sangatlah sulit, karena dia harus melibatkan semua yang ada pada diriya yaitu: semangat, tenaga, dan usaha. Suatu kemenangan bisa dicapai dengan baik apabila melewati suatu proses yang panjang. Seorang petinju sebelum naik di ring tinju untuk mengadakan pertandingan, dia harus mempersiapkan dirinya terlebih dahulu, dan yang diperlukan adalah kondisi fisik yang baik, berlatih keras, mengatur keseimbangan tubuh, dan mengadakan pemanasan. Ketika dia berhasil sampai memukul lawannya K.O maka dialah pemenang. Tetapi belum tentu karakter seorang petinju itu adalah karakter pemenang.
           

Seorang Pastor dari polandia yang bernama Maximilian Kolbe berkata: “Misinya ialah memberikan hidupagar orang lain dapat hidup, dan benar-benar bersyukur kepada Tuhan atas karunia ini. Ia telah menggunakan dirinya dalam melayani Tuhan dan kemanusiaan. Tetapi ia meninggalkan banyak bekas kasihnya ke empat ujung dunia, mengilhamkan jutaan orang untuk “berperang” melawan kebencian dengan cinta yang militant. Ia dianggap orang kudus bukan saja oleh orang katolik, tetapi juga oleh orang dari berbagai iman dan kepercayaan. Teman polandianya, Paus Johanes Paulus II, meresmikan sebagai orang kudus pada tahun 1981. Bahkan di Auschwitz, tempat keputusan total berlangsung, pengorbanannya merupakan peneguhan bagi kemanusiaan. Pastor Maximilian Kolbe adalah salah satu karakter yang menggugah Dunia.

Proposisi         : Karakter seorang pemenang adalah karakter yang melakukan kehendak
Tuhan.

Kalimat ?       : Apakah karakter yang seorang pemenang yang dikehendaki Tuhan?

Kalimat alih   : Ada beberapa ciri karakter seorang pemenang yang dikehendaki Tuhan.


Rabu, 11 Juli 2012

Mengalami Pertolongan dari TUHAN Yesus!

Markus 5: 21-34
Pendahuluan:
Hidup dan kehidupan kita di dalam rentangan waktu di bumi ini merupakan sesuatu yang :
  1. Bersifat real karena hidup manusia itu adalah nyata, dapat dilihat prosesnya, dan dirasakan suasanya,
  2. Tetapi hidup manusia itu juga merupakan satu mistery karena tidak seorang pun yang tahu dengan pasti dia harus lahir di keluarga mana, dibelahan bumi mana, dalam strata sosial yang seperti apa, bahkan tidak seorang pun tahu dengan pasti apa yang akan terjadi .
Dari sisi kehidupan yang bersifat mistery, terkadang kita tidak mengerti mengapa ini dan itu harus terjadi. Sebagai contoh : Dave Branon mengisahkan hal yang terjadi dengan anak mereka Melissa. Brannon menuliskan kisahnya di http://alkitab.sabda.org/illustration.php?topic=71
“Bagaimana ini dapat terjadi? Bagaimana mungkin Tuhan membiarkan putri kami yang cantik, Melissa, diambil dari keluarga kami dalam kecelakaan mobil pada usia 17 tahun? Dan bukan kami saja. Sahabat kami, Steve dan Robyn, juga kehilangan putrinya Lindsay—sahabat Melissa—9 bulan sebelumnya. Dan bagaimana dengan Richard dan Leah yang putranya Jon, teman Melissa juga, terbaring dalam sebuah makam yang berjarak 45 meter dari makam Lindsay dan Melissa?"
Bagaimana mungkin Allah mengizinkan ketiga remaja kristiani ini meninggal secara berturut-turut dalam waktu 16 bulan? Dan bagaimana kami dapat tetap memercayai-Nya?
Kematian merupakan salah satu bentuk persoalan yang sulit untuk kita mengerti. Artinya masih banyak bentuk persoalan hidup lainnya yang mungkin dapat merampas kepercayaan kita kepada Allah dan alasan kita untuk hidup. Untuk itu, saya mengajak Bapak/ibu/saudara/saudari sekaliannya untuk membaca kitab Markus 5: 21-40
21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, 22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya 23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. “25. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.” 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya 28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.“ 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" 35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" 36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" 37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. 38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. 39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" 40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
Dari nats yang sudah kita baca tadi terdapat dua sesi Cerita yang menarik untuk kita bahas. Tetapi dari hasil penelusuran saya akan nats-nats tersebut, saya meringkasnya menjadi satu kalimat pendek:

Setiap orang Percaya dapat mengalami pertolongan dari TUHAN YESUS

Bagaimanakah setiap orang Percaya dapat mengalami pertolongan dari TUHAN YESUS?


Syarat-syarat Bagaimanakah setiap orang Percaya dapat mengalami pertolongan dari TUHAN YESUS


Rendahkan Diri dan Hati, Serta akuilah bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan Keluar atas masalahmu

Hal tersulit bagi seorang pemimpin sekelas Yairus adalah merendahkan diri dan hati. Ayat 21b-24a menyatakanan (Sedang Ia berada di tepi danau, 22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya 23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu). Perhatikanlah “tersungkurlah ia di depan kaki-Nya (kaki Yesus). Tindakan Yairus ini memiliki makna yang sangat dalam. Yairus mengakui otoritas Yesus jauh lebih tinggi darinya. Sekali pun banyak pemuka agama Yahudi pada masa itu tidak mengaku Yesus, tetapi Yairus memberikan sikap yang berbeda.

Sebagai seorang pemimpin rumah ibadat Yahudi, Yairus mengetahui bahwa hanya kepada Tuhan saja seorang Yahudi menyembah sesuai dengan hukum taurat. Lalu mengapa Yairus menyembah kepada Yesus? Tindakan Yairus ini sekaligus mengajarkan kepada kita bahwa dia (Yairus) mengenal Yesus lebih dari sekedar manusia biasa. Dia mengenal Yesus lebih dari pada petinggi agama Yahudi lainnya. Yairus juga mengakui bahwa hanya Yesus saja yang dapat menyelesaikan masalahnya. Adakah Anda telah mengenal Yesus secara pribadi? Adakah Anda telah menjadikannya sebagai satu-satunya yang berkuasa atas hidupmu? Saudara, pengenalan yang benar kepada TUHAN Yesus akan menolong kita untuk menghormati-Nya lebih dari segala sesuatu yang kita punya. Pengenalan itu juga yang akan menolong untuk bertindak benar ketika situasi hidup tidak memungkinkan untuk kita bertindak benar. Marilah tinggikan Yesus sebagai Tuan yang berkuasa atas seluruh hidup kita.

Jangan Menyerah Untuk tetap berharap Pada-Nya

Yang menarik dari perikop ini adalah :
  1. Anak Yairus yang berusia 12 tahun sakit hampir mati (Sedang Ia berada di tepi danau, 22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya 23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.“ Mark 5: 21b-23), dan
  2. Perempuan yang pendarahan 12 tahun (“25. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.” Mark 5: 25-26).
  3. Kedua orang ini berada dalam masalah yang sangat kritis. Ketika mereka berjumpa dengan Tuhan Yesus, Markus mencatat “pada saat yang sama banyak orang datang kepada Yesus dengan berbagai keluhannya masing-masing.” Perhatikanlah ayat 21 dan 24b “21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. 24b.Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.” (dalam terjemahan yang lain disebutkan bahwa orang-orang datang kepada Yesus dengan kepentingannya masing-masing).
  4. Sungguh keadaan yang mustahil bukan? Namun Yairus dan perempuan itu tidak patah harap. Mereka menaruh pengharapannya kepada Yesus .
  5. Yairus seorang terhormat dan perempuan yang pendarahan seorang yang hina, keduanya mendapat perhatian yang sama dari Tuhan Yesus.
  6. Dalam kedua cerita ini Markus menuliskan fakta
    •  Jairus kepala rumah ibadat Yahudi dapat menemui Yesus dengan mudah, tetapi anak perempuannya malah meninggal.
    • Setelah 12 tahun Perempuan itu mencari kesembuhan kemana-mana hingga habis segala yang dia punya, ditambah lagi tradisi taurat yang tidak memperbolehkannya untuk bersinggungan dengan orang-orang di sekitarnya, harusnya membuat dia mati dalam keputus-asaan. Tapi 6. Perhatikanlah ayat 27-29 dan 35-40: 7. Apakah Yang membuat Yairus dan perempuan itu tidak menyerah dengan situasi yang sulit itu?
    8. Markus menyatakan kepada kita bahwa perempuan itu sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, dan Yairus mendengarkan langsung dari Yesus : : "Jangan takut, percaya saja!" . 9. Pada kesempatan ini saya mau mengatakan kepada sidang jemaat Tuhan di tempat ini, entah saudara mendengar perihal Yesus dari perkataan orang, atau saudara mendapat penegasan langsung dari Yesus, apa pun keadaan yang sedang engkau hadapi “percayalah bahwa Yesus pasti akan menolong sesuai dengan cara dan waktu-Nya.” 10. Ketika keadaan semakin tidak bersahabat, janganlah mundur dari Tuhan. Maju dan kobarkanlah semangat iman-mu. Mari kita berkata kepada tubuh, jiwa dan roh kita: “Tuhan aku tetap percaya kepada janji-Mu.”

    Kalau saudara masih ragu, saya mengajak saudara untuk menlihat Markus 9 :23 yang mengatakan “bagi orang percaya tidak ada yang mustahil.” dan Luk as 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

    Ijinkan Tuhan Bekerja Secara Tuntas Untuk Menolongmu


    Kehadiran Yesus di tengah umat manusia bukan hanya untuk memberikan janji-janji kosong. Pada Waktu IA menyatakan janji-Nya untuk menolong umat yang berharap penuh kepada-Nya, Ia pasti menolong dengan tuntas. Perhatikanlah fakta-fakta yang Markus berikan di dalam nats tadi :

    Pada waktu Yairus datang dan tersungkur di depan kaki Yesus, Markus menuliskan Yesus mengikuti Yairus, kemudian Markus menunjukkan bahwa perjalanan menuju ke rumah Yairus tidaklah mudah. Banyak orang berdesak-desakan di sekeling Yesus, dan akhirnya anak perempuannya yang berusia 12 Tahun itu meninggal.

    Apakah orang banyak dapat menghalangi langkah Yesus? Tidak...! Apakah kematian sang putri menghalangi Tuhan Yesus untuk menolong Yairus. Tidak...!
     Fakta-fakta lain yang Markus berikan di dalam :
    • Ketika penyakit perempuan itu sudah hilang, Yesus tidak cukup puas hanya menyembuhkan masalah fisik perempuan itu. Karena Yesus tahu bahwa pada hakikatnya perempuan itu masih mengalami masalah yang jauh lebih besar dari sekedar penyakit fisik. 
    • Pendarahan yang di deritanya itu memberikan dampak lain kepadanya. Tadi saya sudah membahas bahwa Perempuan itu hidup di tengah masyarakat yang berpegang teguh kepada hukum taurat. Pada zaman itu, apabila seorang wanita mengalami penyakit seperti ini, maka ia disebut sebagai seorang yang najis. Sehingga ia harus hidup terpisah dari orang-orang di sekitarnya. 
    • Bahkan apa pun yang bersinggungan dengannya juga disebut najis. Hal ini dapat kita temukan dalam tulisan Musa di Keluaran 15: 25 – 30. Dan apabila orang itu sudah berhenti dari penyakit pendarahan yang di deritanya ia harus membeli dua ekor burung tekukur untuk di sembelih sebagai korban pentahirannya.
    • Kitab Markus 5: 26 menegaskan keadaan wanita ini setelah 12 tahun menderita pendarahan ia sudah menghabiskan segala sesuatu yang ia punya. Dan selama itu pula ia harus menerima cap sebagai seorang “NAJIS”. Artinya bahwa wanita itu bisa jadi mengalami kepahitan dengan orang-orang di sekitarnya. Bisa jadi cap itu sudah susah lepas dari dirinya dalam pandangan orang-orang. Karena itu Markus melanjutkan kisah perempuan ini sbb: Markus 5: 30-34 berbunyi:
    •  “30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" 
    • Sekali lagi perhatikan Markus 5: 34 “Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" Kalau kita kembali kepada tradisi Taurat, para imam Yahudi mendapatkan otoritas untuk memutuskan apakah status seseorang itu sudah tahir atau belum. Markus mengingatkan bahwa otoritas Yesus jauh lebih tinggi daripada otoritas imam-imam Yahudi. Yesus berkuasa untuk memulihkan keadaan tubuh fisik seseorang, dan Ia pun juga berkuasa untuk menyelesaikan hubungan yang retak kepada sesama dan kepada BAPA. Yesus adalah Tuhan yang kepada-Nya para imam Yahudi turut sujud untuk menyembah-Nya. 
    Pada kesempatan itu Tuhan Yesus memulihkan status wanita itu sebagai orang yang sudah tahir. Yesus mengatakan di ayat 34 "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" di depan banyak saksi.
     Hari ini, kita melihat bahwa Yesus tidak memandang strata sosial seseorang. Siapa pun yang hari ini mendengarkan berita ini, Percayalah bahwa Yesus Kristus tetap sama baik kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya. Karena itu : 
    1. Rendahkan Diri dan Hati, Serta akuilah bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan Keluar atas masalahmu, 
    2. Jangan Menyerah Untuk tetap berharap Pada-Nya 
    3. Ijinkan Tuhan Bekerja Secara Tuntas Untuk Menolongmu 
    Adakah pergumulan hidupmu sepertinya tidak terpecahkan? Mari datang pada Yesus. Berserulah pada-Nya.

Senin, 23 April 2012

Kemahakuasaan Yesus Kristus

PengantarSelamat Pagi dan salam damai sejahtera saya ucapkan kepada bapak,ibu, saudara dan saudari sekalian. Sebelum saya berbicara panjang lebar dihadapan bapak, ibu, sudara dan saudari sekalian; ijinkan saya memperkenalkan diri saya:

Nama kecil saya : Amanto Daenles Manurung. Sehari-harinya dipanggil “Manto Manurung”. Lahir di tengah keluarga petani, sebagai anak ke dua. Status menikah, dengan satu Istri dan telah dikaruniai seorang putra. Sekianlah perkenalan saya.

Saya mau berbicara tentang Kemahakuasaan Yesus Kristus. Ini adalah satu topik yang sangat penting untuk diketahui oleh seorang percaya. Bagaimana Anda memahami tentang Kemahakuasaan Yesus Kristus akan menentukan 2 hal:

1. Bagaimana Anda memberikan opini tentang-Nya,
2. Bagaimana Anda memperlakukan-Nya dalam hidup Anda dimuka bumi ini.

Rabu, 21 Maret 2012

Keluarga Yang dipulihkan Tuhan

Ayub 1-12

  1. Setiap Keluarga dibentuk Tuhan dengan rancangan yang terbaik, untuk tujuan yang baik bagi manusia.
  2.  Iblis tidak senang rencana Allah atas keluarga tetap berlaku,
  3. Allah rindu setiap keluarga kembali berada dalam rencana-Nya, yaitu hidup dalam berkat-berkat-Nya

Proposisi : TUHAN pasti memulihkan Keluarga umat-Nya di akhir zaman
Kalimat Tanya : Bagaimanakah agar TUHAN  memulihkan keluarga umat-Nya di akhir zaman?
Peralihan  : Kriteria-kriteria  Bagaimanakah agar TUHAN  memulihkan keluarga umat-Nya di akhir zaman?.

I.  Kepala Keluarga haruslah sungguh-sungguh takut akan Tuhan (Ayub 1 : 1, 8; 2: 3)


Kamis, 28 April 2011

Perintah Tuhan dan Relevansinya Dengan Masa Depan Pelayanan

Ulangan  6:1-3
 "Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

Senin, 07 Februari 2011

Pentingnya Menyadari Mengapa Harus Melayani TUHAN


Kis 26: 12-23
dikutip dari http://jollyblogger.typepad.com/jollyblogger/2004/08/pastors_as_the__1.html
Dalam buku "Misi dari dalam Krisis" yang diterbitkan oleh Obor Mitra Indonesia, Jakarta 2003, hal 40-44, Bagus Surjantoro menulis dalam artikel berjudul "Alasan untuk Melayani Tuhan":
"Ada berbagai macam faktor yang melatarbelakangi mengapa seseorang melayani Tuhan. Tetapi faktor paling utama yang mendasari pelayanan yang sejati adalah panggilan Tuhan. Faktor panggilan Tuhan akan menjadikan seseorang hidup untuk melayani, bukan melayani untuk hidup. Karena panggilan itu pula, seseorang yang mempunyai pengalaman nyata akan kasih karunia Allah dalam hidupnya kemudian akan menjadikan kasih kepada Allah dan sesama sebagai dasar kehidupan dan pelayanannya. Orang yang memiliki motivasi kasih kepada Allah dan sesama inilah yang akan lebih `tahan banting` dalam pelayanan. Paulus adalah salah satu contoh seseorang yang memiliki panggilan Tuhan yang jelas dalam hidupnya. Itulah yang membuat hidup dan pelayanannya begitu luar biasa di dalam tangan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Jika Allah memanggil, Dia tahu siapa yang dipanggil-Nya dan untuk apa. Jika Allah menghendaki kita melakukan sesuatu, Dia tahu bahwa kita sanggup melakukannya dengan anugerah-Nya. Allah kita adalah Allah yang Mahabesar dan Ia sanggup melakukan segala perkara. Dia yang mengatur alam semesta, Dia yang empunya bumi dan segala isinya, laut serta segala yang diam di dalamnya. Kitalah yang sering berpikiran picik dan kerdil, membuat Allah seolah-olah tidak mampu berbuat apa-apa. Kepicikan dan kekerdilan iman yang menjadi penghalang bagi kita sehingga kita tidak mampu melihat kebesaran Allah atas seluruh ciptaan-Nya, termasuk juga atas hidup kita."

Proposisi                 :  Anda dan saya dipilih Tuhan untuk melayani-Nya.
Kalimat Tanya         :  Bagaimanakah Anda dan saya dipilih Tuhan untuk melayani-Nya?
Kalimat Peralihan     :  Fakta-fakta bagaimanakah Anda dan saya dipilih Tuhan untuk melayani-Nya?
 Sadarilah, Pelayanan itu adalah Ketetapan TUHAN 
(ay 16)

Dalam nats ini khususnya ayat. 14-15 Paulus menjelaskan kepada Raja Agripa bagaimana TUHAN memanggilnya : "Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. 15. Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu."

Perhatikanlah bagiamana  Paulus menyatakan cara TUHAN memilihnya. TUHAN memilihnya bukan karena ia dapat memenuhi standar kebenaran Allah. Coba perhatikan catatan mengenai waktu pemilihan tersebut.  Pada waktu itu, Paulus sedang dalam perjalanan ke Damsyk untuk  tujuan menganiaya jemaat TUHAN yang ada di sana. Di situlah TUHAN menangkapnya serta menetapkannya menjadi seorang “pelayan-Nya."

Ditinjau dari waktu, dan proses pemilihan ini, sungguhlah satu perkara yang kontropersial. Bukankah TUHAN yang memilihnya adalah pribadi yang Maha Tahu, Maha Suci,  Maha Adil, dan Maha pengasih? Keberadaan-Nya sebagai pribadi yang Maha Adil, mengharuskan TUHAN menghukum Paulus. Namun dalam nats ini Paulus menjelaskan bahwa dalam perjumpaannya dengan TUHAN di jalan menuju ke Damsyk tersebut, TUHAN malah memilih dan menetapkannya menjadi pelayan dan saksi-Nya.
Peristiwa ini menjelaskan kepada kita, bahwa Paulus dipilih bukan karena siapa Paulus. Bukan karena ia memenuhi kriteria seorang pelayan Tuhan, tetapi TUHAN memilih serta menetapkannya menjadi hamba-Nya adalah karena IA sendirilah yang berinisiatif untuk melakukannya. Hal serupa juga terjadi dengan kita di zaman ini. Oleh karena itu, hargailah pilihan dan penetapan TUHAN yang telah menetapkanmu menjadi pelayan-Nya.

Ilustrasi : JIM CAVIEZEL adalah seorang aktor biasa dengan peran-peran kecil. Dan film-film yang dibintanginya juga tidak besar. Peran yang  terbaik yang pernah dimainkannya adalah satu film perang dengan judul ”THE THIN RED LINE'. Di situ pun dia hanyalah salah satu peran di antara aktor-aktor besar yang bermain dalam film kolosal itu.
Dalam The Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh ke arah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.
Akhirnya diadakanlah pertemuan dengan Jim untuk membicarakan tawaran untuk peran itu. Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2 lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya Jim  harus belajar bahasa dan dialek aramik, bahasa yang digunakan pada masa itu. Dan Mel kemudian menatap tajam jim, kemudian menegaskan resiko terbesar yang mungkin akan dihadapinya. Katanya bila Jim memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karirnya sebagai aktor di Hollywood.
Dalam kesenyapan menanti keputusan Jim apakah jadi bermain dalam film itu, Jim bertanya pada Mel Gibson: 'Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?'  Mel menggeleng setengah terperangah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih Jim murni karena perannya di 'The Thin Red Line'.

Jim kemudian mengatakan : “Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini!”

Penerapan : Kesadaran akan hal bagaimana TUHAN memilih serta menetapkan menjadi pelayan-Nya memampukan kita untuk melakukan pelayanan itu. Apa pun resikonya, tidak menjadi penghalang yang berarti untuk tetap mengerjakannya sampai  tujuan Allah melalui pelayanan tersebut terwujud.
Ketahuilah bahwa Pelayanan  tidak dapat dipisahkan dari kesaksian 
(ay. 16).

        Pelayanan Kristen dan kesakasian merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan kata lain, jadi kalau pelayanan kita sebut sebagai wadahnya, maka kesaksian adalah isinya. Bayangkanlah seumpama satu wadah tidak dipergunakan, maka wadah itu tinggallah satu wadah yang dipenuhi oleh debu. Demikian juga halnya dengan isi yang berupa sesuatu benda, atau apa pun bentuknya. Tanpa tempat yang baik untuk menampungnya, itu akan berserakan kemana-mana, bahkan bisa rusak hingga menjadi seonggokan sampah.
       
        Pdt. Nathanael Channing, dalam tulisannya dengan tema "BASIC INSTINCT 1 - Hakekat Pelayanan" halaman 1, mengutip pernyataan Luther yang mengatakan “Di sini saya berdiri saya tidak dapat melakukan yang lain, Tuhan tolonglah saya”. Nathanael menegaskan :
"Pelayanan adalah: “Respon atas kasih karunia Allah yang telah menyelamatkan manusia di dalam Yesus Kristus, dengan penyerahan diri sebagai hamba Allah yang diwujudkan melalui persembahan hidup yang kudus dan benar, dedikasi diri dalam memikul salib Kristus untuk menjalankan visi dan misi Allah dalam menyelamatkan umat manusia”
Paulus menyebutkan tujuan TUHAN Yesus memanggilnya adalah agar ia menjadi "pelayan dan saksi."  Kisah Para Rasul 26: 16. berbunyi :"Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti." Nats ini mengajarkan eratnya hubungan antara pelayanan dan kesaksian. Pelayanan tersebut haruslah bersumber dari apa yang dilihat Paulus dari TUHAN. Nats ini juga mengajarkan bahwa sifat penyataan yang akan TUHAN perlihatkan itu bukanlah sesuatu yang sifatnya hanya pada saat Paulus ditangkap TUHAN menjadi pelayan-Nya. Namun TUHAN masih akan memperlihatkannya kepada Paulus. Hubungannya dengan konteks masa kini adalah hendaklah setiap pelayan TUHAN mendasarkan pelayanannya kepada penyataan Allah. Oleh karenanya, setiap pelayan TUHAN haruslah memiliki hubungan yang intim dengan sang empunya pelayanan itu.

Di dalam Kisah Para Rasul 26: 17-18, rasul Paulus menceritakan tujuan Allah menetapkannya menjadi pelayan dan saksi itu demikian : "Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan."

 Tugas yang berat bukan? Namun kita patut mencontoh Paulus. Sekali pun ia tahu resiko dari tugas itu, ia berkata dalam ayat 19 :  "Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat"  Di ayat selanjutnya jelas bagi kita apa akibat yang dialami oleh Paulus. Ia menceritakan bukti ketaatannya dalam melayani TUHAN.
Ketaatan Paulus kepada perintah TUHAN  dalam menyaksikan imannya yang baru tersebut mengandung resiko yang mengancam nyawanya. Paulus menceritakan : "Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku" (Kis 26: 20-21).  Di sini nyata bagi kita betapa beratnya resiko yang harus ditanggungnya. Tetapi kita melihat bahwa sekali pun ia harus mengalaminya, ia tetap menjalankannya.  Alkitab menjelaskan orang-orang yang hidup dalam ketaatan kepada perintah TUHAN. Mereka sedia membayar harga untuk sebuah ketaatan, seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Namun pada sisi lain, Alkitab juga berbicara tentang ketidaktaatan dan akibatnya, seperti Saul, Yunus dan banyak raja-raja Israel.

Perlu kita mempertanyakan mengapa Paulus tetap taat, sekali pun ia harus mengalami resiko sampai hampir terbunuh? Ketaatan Paulus menentukan seberapa besar jumlah orang yang sadar akan keberadaannya yang berdosa. Ketika seseorang sadar akan keberadaannya yang berdosa, saat itu mata rohaninya mulai terbuka. Dengan demikian ia pun menyadari bahwa ia mebutuhkan sang Juruselamat.  Ketaatan Paulus menentukan seberapa besar jumlah orang yang terlepas dari jerat kuasa iblis. Ayat ini menjelaskan bahwa ketika itulah orang itu mengalami pertumbuhan iman untuk mulai berpindah kepada kuaxsa TUHAN Yesus yang mampu memerdekakannya secara sempunya.

Reinhard Bonke mengatakan ” Izinkan saya menceritakan sebuah rahasia kecil: Allah tidak menggunakan orang-orang berbakat khusus. Dia menggunakan orang-orang biasa seperti Anda dan saya untuk menyentuh dunia dengan kekuatan penyembuhan-Nya. Apa yang membuat pelayanan Reinhard Bonke semakin berkembang? Karena di dalam pelayanannya ia menyaksikan YESUS Kristus sebagai TUHAN dan Juru Selamat.

Ilustrasi : Dalam pembuatan film The Passion Of Christ, banyak tantangan dan kesulitan yang harus Jim Caviezel alami. Kadang kala ia tidak sanggup untuk melewatinya. contoh ketika ia harus memikul kayu salib yang ukuranya dan beratnya identik dengan salib Yesus. Waktu kayu tersebut diletakkan di bahunya, ia kaget betapa beratnya kayu tersebut. ketika kayu itu diletakkan di bahunya, bahunya tidak kuat menanggung beratnya beban itu sehingga lepas dari persendian. Akibatnya ia mengerang menahankan sakit tak terperi. bahkan ia sempat mengeluarkan kata-kata kasar karena kurang tanggapnya kru lain melihat apa yang dialaminya. Di sesi yang lain, ketika ia memerankan peristia pencambukan, dagingnya tercabik karena terkena tajamnya cambuk asli yang mengenai kulitnya. Jim menyikapinya dalam kebergantungan kepada TUHAN dalam doa-doanya. Jim dalam kesaksiannya mengatakan :
      Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik   dalam diri saya.
                  Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang  mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu.
Singkat cerita, setelah melewati proses demi proses pembuatan film yang sangat sulit, di mana nyawa Jim terkadang harus dipertaruhkan. TUHAN melawat Jim dan semua Crew yang ambil peran di dalam pembuatan film tersebut. Bahkan pemeran prajurit Roma yang adalah seorang muslim setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan
Penerapan : TUHAN telah menetapkan Anda dan saya menjadi pelayannya, dengan tujuan agar banyak jiwa mengenal Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat pribadi mereka. Tuhan telah menempatkan kita pada posisi pelayanan yang tepat. Ada yang ditempatkan di sekolah, ada yang TUHAN tempatkan di tempat kerja. Mari layanilah TUHAN dalam kebergantungan kepada DIA yang telah mempercayakan pelayanan itu kepada kita.
TUHAN Pasti membentuk Anda dan saya seturut kehendak-Nya 
(ay 17-18).

GELANDANG Inggris, Frank Lampard meyakini timnya bisa menjuarai Piala Dunia 2010 kali ini. katanya, Three Lions mempunyai kualitas tim paling mumpuni dan merata. Hanya saja pengharapan untuk menjadi juara bisa jadi mimpi buruk jika mereka dipaksa untuk adu penalti.
Inggris memang selalu bernasib buruk jika dipaksa adu tos-tosan ini. Sejak Piala Dunia 1990, Inggris tersingkir dari lima turnamen (Piala Eropa, dan Piala Dunia) lewat adu penalti. Masing-masing kalah dua kali dari Portugal, dan Jerman, serta sekali dari Argentina. Karena kutukan itulah, sekalipun yakin skuadnya punya potensi besar menjuarai Piala Dunia kedua kalinya, Lampard meminta rekan-rekannya untuk menghapus dulu memori buruk soal adu penalti.

"Harus diakui, adu penalti seolah jadi hantu menakutkan bagi kami. Dan, ini bukan menyangkut soal teknis. Kami semua sudah tahu apa yang harus dilakukan saat mengeksekusi penalti. Ali-alih ini adalah soal mental, dan mungkin menyangkut mengubah kutukan," ujarnya dikutip dari The Sun, kemarin.
Ia kemudian mengeluh, entah kenapa adu penalti itu seperti kutukan yang tak bisa dihindari. Ia pun berterus-terang, jika saatnya nanti harus ada adu penalti, dan mental para pemain belum 'digarap' maka bukan tak mungkin nantinya para pemain justru akan saling menolak untuk jadi juru eksekusi.
"Tak peduli sehebat apapun kita bermain sepanjang 120 menit. Tak peduli setangguh apapun kita bertarung. Namun saat masuk adu penalti, kita akan berujar 'Oh, kita harus melakukan ini lagi'," ucapnya sembari mengumpat.
Karena 'kutukan' itu sudah terpetakan dalam pikiran, lanjutnya, maka sulit untuk menghindari, dan justru jadi tambahan beban mental. "Ini jadi semacam penyakit yang harus disingkirkan dalam pikiran," imbuhnya.   
    Lampard lantas merujuk pada tim Jerman yang dikenal jago dalam urusan adu penalti. "Itulah kenapa Jerman sangat jago adu penalti. Mereka punya sejarah bagus dalam adu penalti. karenanya mereka begitu percaya diri. Sedang kita dinaungi kutukan," ungkapnya.
Latihan Khusus
Urusan adu penalti ini rupanya jadi perhatian serius pelatih Inggris, Fabio Capello. Pelatih asal Italia ini berjanji akan mengupayakan segala cara agar timnya benar-benar siap menghadapi 'neraka' tos-tosan ini di babak knockout nanti.
    "Kita selalu melakukan latihan khusus adu penalti setiap kali latihan. Tapi, tentu saja situasinya sangat berbeda. Sangat gampang mencetak gol dari titik penalti saat latihan lantaran tekanannya sangat berbeda dengan di pertandingan sesungguhnya," ujar Capello dikutip dari Mirrorfootball.com  (dikutip dari http://www.tribun-timur.com/read/artikel/101691/Latihan-Khusus-Adu-Penalti).
Perhatikanlah betapa seriusnya para pelatih bola menghadapi Piala dunia beberapa waktu yang lalu.

Pelayanan adalah satu pertarungan yang memerlukan keahlian tinggi.Dr. James D. Kennedy, penulis buku Evangelism Explotion mengadakan pelatihan khusus bagaimana menginjilis yang efektif kepada 3  temannya di Florida. Dr. Kennedy membuat satu analogi hal kesulitan melayankan Injil seumpama menerbangkan sebuah pesawat. Hal tersulit dalam menerbangkan pesawat adalah untuk menentukan saat kapan yang peling tepat untuk lepas landas, dan saat untuk mendaratkannya kembali.

"A Survey done by Christianity Today demonstrated that EE is today the most widely used tool for training pastors and laity for evangelism. EE not only empowers trainees to gain confidence in presenting the Gospel, it enables them to become trainers of other soul-winners, thus setting entire churches on fire for evangelistic outreach to friends and neighbours". (DR. James Kennedy, Ph. D)

"Pastor Kennedy has recaptured the biblical concept that the church's primary task is every-member evangelism.'The Church having come to Christ, is to go for Christ'." (DR. Billy Graham). dikutip dari  http://www.pemudakristen.com/news/ee.php.

Sebelum TUHAN benar-benar memakai Paulus sebagai pelayan dan saksi-Nya, rasul Paulus dalam Kisah Para Rasul 26: 17, mengatakan "Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka,"

Perkara yang tersulit dalam kehidupan manusia adalah pada saat ia diasingkan dari kelompoknya. Kesepian merupakan musuh terbesar manusia. Namun apabila manusia dapat mengalahkan kesepiannya, maka ia akan dapat menanggung beban hidupnya.  Menurut Les Carter, "adalah Kesepian perasaan pemisahan, isolasi, atau jarak dalam hubungan manusia berarti. Kesepian rasa sakit emosional, perasaan kosong, dan kerinduan untuk merasa dimengerti dan diterima oleh seseorang. (dikutip dari Tim Hansel, Melalui padang gurun Kesepian (Elgin, Ill: David C. Cook, 1991), 59-60.) yang dimuat di http://bible.org/seriespage/chapter-17-lessons-loneliness. Namun kita melihat bagaimana TUHAN memanfaatkan kesepian untuk berperkara dengan Paulus.

Hal serupa juga dialami oleh Bruce E. Olson. Dalam bukunya berjudul ”Brucho demi salib ini, Kubunuh Kau” mengisahkan bagaimana pengalamannya bersama dengan TUHAN. Ia adalah seorang  muda dengan usia 19 tahun waktu ia harus meninggalkan rumah dan pergi ke pegunungan Amerika Selatan. Ia sadar akan panggilan TUHAN kepadanya. Panggilan itu dia mulai rasakan saat ia masih berusia 14 tahun.

Waktu Bruce menyadari panggilan TUHAN kepadanya, ia mulai mempertanyakan siapakah Tuhannya. Dalam pencarian jawaban atas pertanyaan itu, tidak seorang pun dapat memberikan jawaban yang memuaskan hatinya. Bruce hanya mengenal Tuhan yang diajarkan oleh gereja Lutheran yaitu TUHAN yang keras dan pasti mengadili perbuatan manusia menurut perbuatannya. Bruce juga mengenal Tuhan yang lain dari sekolahnya. Semua ini membuatnya bingung.  Dalam pencarian jawaban tersebutia membaca kitab Yohanes dan menemukan TUHAN yang berbeda. Ia menemukan TUHAN yang mempunyai belas kasihan kepada-nya dan kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Tuhan menghendakinya melayani di Amerika selatan, yaitu di antara suku  Indian Motilone.

Tuhan mengeluarkannya dari lingkungan keluarganya, jauh dari sarana komunikasi modern. Hampir mati dibunuh, dan karena sakit lever yang tidak diobati,  namun dibebaskan Tuhan dengan cara yang ajaib. Sesuai dengan waktu TUHAN, Brucho berhasil mengadakan kontak dengan suku Motilone. Melalui pelayanan Brucho yang senantiasa bergantung kepada TUHAN, orang-orang Motilone yang terkenal sebagai suku kanibal, dan ganas takluk kepada Injil Kristus. Dampaknya orang-orang Motilone diubahkan TUHAN. Hal ini menjadi satu bukti yang juga mempengaruhi suku-suku indian di sekitarnya untuk menerima Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamatnya. 

Penerapan :  Pembentukan TUHAN terhadap setiap kita berbeda satu dengan yang lainnya. Namun dalam proses pembentukan itu, setiap orang pasti akan merasakan hal yang tidak mengenakkan. Namun setiap orang yang berhasil melalui proses pembentukan itu pasti akan melihat hasil, dimana TUHAN Turut bekerja. Dan pada akhirnya tujuan Tuhan dalam pemilihannya kepada kita sebagai pelayannya akan tergenapi.

ditulis oleh : Manto Manurung, S.Th.

Selasa, 18 Januari 2011

Kehidupan doa yang efektif

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, dimana Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang pesat, memberikan dampak kepada kehidupan doa orang-orang percaya.  Doa menjadi sesuatu yang perlu untuk dipertanyakan.Apakah doa benar-benar mengubah sesuatu? Richard F. Ames dalam artikel yang ditulisnya di (http://www.tomorrowsworld.org/cgi-bin/tw/tw-mag.cgi?category=Magazine25&item=1104179053), memberikan pertanyaan dan ulasan seperti berikut ini :
"Does God answer prayers today?  Does He answer your prayers?  You can have your prayers answered—and the results can be dramatic!
     According to a Barna Research poll: "More than four out of five [U.S.] adults (82%) pray during a typical week." That may sound impressive, but how many pray every day? Remember that in the "outline prayer," Jesus taught us to pray daily (Matthew 6:11).
     Does prayer actually change things? According to Barna Research, "Americans believe in the power and impact of prayer. Four out of five (82%) believe that ‘prayer can change what happens in a person’s life.’ (1994)." Do you personally believe that?"

Apakah doa yang effectif itu? Apakah doa  yang effectif adalah yang ketika disampaikan kepada Tuhan,  langsung dijawab saat itu juga? Sebagai orang percaya, harus kita akui dengan jujur bahwa tidak ada "formula ajaib" yang akan menyebabkan doa Anda panjatkan langsung Tuhan jawab dengan cara yang tepat  sepert keinginan Anda.  Marilah membaca nats Alkitab berikut ini:
 Yoh14:  12-14
  1. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
  2. dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
  3. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
Matius21 : 21-22
  1. Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.
  2. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
Matius11: 25-30
  1. Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
  2. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
  3. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
  4. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
  5. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
  6. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Keefektifan doa-doa yang kita panjatkan kepada TUHAN dipengaruhi oleh :

A. Pengenalan kita Kepada pribadi Tuhan (Mat 11 : 27).
Bagaimanakah kita dapat mengenal Allah?
  • Di dalam doa Yesus jelas tersirat bahwa kitadapat mengenal pribadi Tuhan yang sebenarnya melalui Yesus.
  • Dia telah menempuh jalan yang sangat tidakmanusiawi karena kasih-Nya kepada manusia.
  • Yesus dalam kemanusiaan-Nya menundukkan dirikepada kehendak Allah Bapa, demikian jugalah seharusnya kita dalam setiap doakita.
 Selama tahun1990-an jutaan orang ateis di Rusia berbalik meninggalkan ateisme dan kembalikepada Tuhan. Seorang professor di St.Petersburg yang bidang keahliannya adalah astronomi membuat satu pernyataanyang menggambarkan komentar yang dibuat oleh banyak ateis yang telah berubah dinegara bekas Uni Soviet itu:  “Saya telah mencari arti hidup dalam risetilmu pengetahuan saya, tetapi tidak menemukan apa pun untuk dapat sayapercayai.  Para ilmuwan di sekitar saya mempunyai perasan hampa yangsama.  Bila saya melihat luasnya jagad alam ini melalui penelitianastronomi, dan kehampaan jiwaku, saya merasa pasti ada sesuatu di situ yangbermakna.  Lalu, ketika saya menerima Alkitab yang Anda berikan dan mulaimembacanya, kehampaan hidupku ini terisi.  Saya menemukan Alkitab menjadisatu-satunya sumber keyakinan bagi jiwa saya.  Saya telah menerima Yesussebagai Juruselamatku, dan telah menemukan kedamaian dan kepuasan sejati didalam hidup ini.”
 B. Seberapa besar kepercayaan kita kepada Tuhan (Yoh 14: 12).
“barangsiapa percaya kepada-Ku (Yoh 14 : 12),… Danapa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan (Mat 21 : 21-22)”
  • Percaya berasal dari kata Yunani “pistis” yang berarti : menghormatikepercayaan hubungan manusia kepada Allah.
  • Percaya karena mengenal kesetiaan Tuhan untukmenggenapi janji-janji-Nya kepada manusia.
Pada suatu kaliJim bertanya kepada seorang ateis (orang yang tidak mengakui adanya Tuhan)apakah ia pernah bergumul, walaupun hanya untuk beberapa saat saja, bahwa mungkinTuhan itu ada.
“Tentu!” kata ateis itu yang membuatJim kaget.  “Bertahun-tahun yang lalu, ketika anak kami yang pertamalahir, saya hampir menjadi seorang yang percaya akan Tuhan.  Pada waktusaya memperhatikan manusia kecil tetapi sempurna itu di tempat tidur bayi,ketika saya memperhatikan lenturan jari-jari kecil mungil dan melihat matanyayang kecil yang mulai mengenali sekitarnya, untuk jangka waktu beberapa bulanlamanya saya hampir berhenti menjadi seorang ateis.  Dengan melihat anak itusaya hampir diyakinkan bahwa Tuhan itu ada.”
 C. Respon kita kepada panggilan TUHAN (Mat 11 : 28).
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu danberbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Thayer Thayer Defining "Come" as  
1) come hither, come here, come
2) interjection, come!, come now!
Melalui pernyataan-Nya di dalam nats ini kita melihat bagaimana Tuhan memanggil setiap orang yang mengalamikepenatan di dalam kehidupan rohaninya. Melalui pemanggilan tersebut, Tuhan menghendaki agar setiap orang meresponi panggilan itu. Mengapa? Karena ketika orang-orang meresponi panggilan itu, kepadanya TUHAN menyatakan berkat kelegaan. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Ketika kita jauh dari Tuhan, maka perkara-perkara dunia ini lah yang mempengaruhi seluruh kehidupan kita. Perlu kita mengingat bahwa sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, kehidupan manusia di dunia ini sudah dipengaruhinya sedemikian rupa. Sejak saat itu kehidupan manusia bukan semakin baik, namun semakin terpuruk. Namun kita patut bersyukur, bahwa TUHAN tetap setia dalam kasih-Nya kepada manusia. Ia memanggil kita untuk mengalami kelegaan kekal. Bagaimana respon kita? Salah satu cara kita meresponi panggilan-Nya adalah dengan meluangkan waktu, teliga, hati dan seluruh keberadaan kita.
D. Ditentukan oleh seberapa besar iman kita kepada Allah (John 14: 12). 
 "Joh 14:12-14: "  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. (bdk) Matt. 21: 21-22:  "Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." 
Kata percaya dalam kedua kutipan tersebut menggunakan akar kata yang sama  "pistis". Dalam kata ini terkandung makna : "bahwa Allah adalah pribadi yang patut dipercaya sebab ia adalah pribadi yang setia, dan benar layak untuk dipercaya."  Per­caya kepada Allah mencakup arti percaya bahwa Ia benar dan dapat diandalkan, mempercayakan diri kepada-Nya, dan taat serta setia kepa­da-Nya. Percaya pada firman-Nya berarti percaya dan menerima  apa yang sudah difirmankan-Nya itu.
.

Selasa, 04 Januari 2011

Belajar menata Kehidupan dari Penciptaan

Kejadian 1: 1-31; 2: 1-3.
Happy new Year, happy new year, happy new year. Itulah ungkapan yang keluar dari mulut setiap orang yang merayakannya. Ketika detik terakhir pada bulan Desember, tepatnya ketika jarum jam menunjukkan angka 12.00 malam. Banyak orang merayakannya dengan penuh suka cita. Hal ini ditandai dengan turunnya orang-orang ke jalanan untuk menyambutnya dengan berbagai atraksi. Ada yang menyalakan petasan, atau menembakkan petasan dengan berbagai warna ke langit. Pada waktu perpisahan tahun tersebut, saya sedang
 berjalan di sekitar rumah untuk mencari bahan minuman ringan. Sepertinya tidak ada lagi kesusahan dalam hidup setiap orang yang saya temukan. Namun setelah satu jam kemudian, kegembiraan
tersebut seolah sirna ditelan sang waktu.
Benarkah kehidupan kita di bumi ini hanyalah kesenangan sesaat saja? Mari kita belajar dari riwayat penciptaan.
Kejadian 1:1-31 :
1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. 10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. 12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." 23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Kejadian 2: 1-3:

1. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. 2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. 3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Melalui riwayat penciptaan ini, kita belajar beberapa kebenaran :
  1. Kehadiran Tuhan dalam ciptaan-Nya memberikan nuansa baru dalam ciptaan itu sendiri. Tanpa kehadiran-Nya, ciptaan itu menjadi ciptaan yang kosong tanpa bentuk. Hal ini dapat terjadi karena ciptaan itu diambil alih oleh penguasa kegelapan. Pengambil alihan tersebut sekaligus merusakkan segala kebaikan yang telah Tuhan kerjakan di dalam ciptaan tersebut. Namun, perlu kita mengingat bahwa TUHAN adalah pemilik tunggal atas alam semesta dan segala isinya, termasuk manusia. Dia setia untuk memelihara ciptaan-Nya. Sekali pun ciptaan itu sudah dirusak oleh penguasa lain, tetapi Ia setia dan pasti akan merestorasi ciptaan itu kembali.
  2. Tuhan menciptakan waktu dan ruang dengan kualitas yang baik. Coba perhatikan ungkapan yang dibubuhkan dalam setiap hari penciptaantersebut : “Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” Apa makna dariungkapan ini? Ungkapan ini mengandung makna yang luar biasa, yaitu bahwa Allah menciptakan semua hari sempurna dan tanpacacat. Oleh karenanya, perlu kita pahami bahwa tidak ada hari yang tidak baik. Tidak ada waktu yang buruk dalam rancangan Allah dan dalam perkenanan-Nya. Semuanya sempurna adanya.
  3. Tuhan Allah menciptakan manusia dalam pola dan patron yang terbaik. Allah merencanakan setiap detilnya dalam pola yang tidak lain adalah dari diri-Nya sendiri. Tuhan Allah menciptakan manusia dengan firman-nya dan dengan tangan-Nya sendiri. Ini jauh berbeda dengan teknik yang dipakai-Nya dalam menciptakan hari dan segala ciptaan-Nya yang lain diluar manusia. Ketika Ia menciptakan yang lain-lain, Allah hanya berfirman. Penilaian Apakah yang TUHAN Allah berikan kepada ciptaan-Nya yang satu ini? Jawabannya adalah : “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” Manusia adalah ciptaan yang luar biasa dalam pandangan Allah. Oleh karena itu,marilah setiap kita memberikan penilaian yang sama kepada diri kita masing-masing. Marilah kita berkata : “saya adalah ciptaan Allah yang sempurna dan spesial.” Dari ungkapan ini, saya mengajak kepada saudara sekalian agar mengisi hari-hari kehidupan kita dengan penuh penghargaan kepada TUHAN yang telah menciptakan-Nya yaitu dengan mengisi hari-hari hidup kita dengan perkara-perkara yang baik dan yang memuliakan TUHAN.
  4. Belajarlah untuk memiliki waktu rileks dalam hari-hari kehidupan kita. Ada tujuh hari yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Enam hari lamanya kita bekerja, namun baiklah kita menyisihkan satu hari untuk merestorasi diri kita di hadapan-Nya. Tuhan Allah memberikan contoh kepada kita bahwa sekali pun bekerja adalah esensi Allah, Ia tetap mengkhususkan waktu istirahat bagi-Nya.

Kamis, 25 November 2010

Disiplin Rohani dan Keefektifan Pelayanan

1Timotius  4: 1 – 12
1.  Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2  oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.  3  Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. 4  Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, 5  sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa. 6  Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. 7  Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. 8  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 9  Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 10  Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. 11  Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 12  Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Pendahuluan
 

Beberapa waktu yang lalu, di website resmi GSJA (http://www.gsja.org/2010/11/22/pelayanan-atau-kejar-tayang/comment-page-1/#comment-2628)  dimuat satu artikel “pelayanan atau kejar tayang” yang ditulis oleh ibu Pdt. Ita Utomo, istri dari bapak Pdt. Thomas Agung. Berikut ini adalah kutipan dari tulisan beliau :
"Banyak dari saudara mungkin membaca artikel ini karena judulnya yang “amat menyindir”, dan memang saya menulis artikel ini karena saya merasa sedih, geram dan ‘mengurut dada’ mendengar dan melihat bagaimana beberapa hamba Tuhan dari berbagai denominasi yang saya kenal telah berubah hatinya menjadi ‘hamba uang’. Saya sendiri harus selalu mengawasi diri saya agar tidak jatuh pada masalah yang sama, karena semakin hari semakin kelihatan betapa berkuasanya uang atas kita, termasuk atas hamba-hamba Tuhan. Tetapi segala usaha saya itu tidak memadamkan keinginan saya untuk menunjukkan kepada anda betapa runyamnya gambaran pelayanan sebagian hamba Tuhan. Ini terutama terjadi di perkotaan! ….
Banyak dari kita ketika mulai melayani, kita yakin bahwa Tuhan pasti akan mencukupi kebutuhan kita. Tetapi seiring dengan waktu yang berjalan dan pengalaman yang kita lalui kita mengalami sendiri tantangan dan kekurangan. Akhirnya kita mengeluh dan bertanya-tanya mengapa semua ini tidak semudah yang dibayangkan? Mengapa hamba Tuhan dapat kekurangan, sakit, kesusahan, dsb. Perlahan-lahan kita mulai memasukkan pikiran dalam hati kita untuk meninggalkan pelayanan. Saya tahu ada cukup banyak Pelayan Injil yang ketika disupport karena perintisan akan terus melayani tapi ketika support berhenti (setelah 3 tahun biasanya) mereka berhenti melayani di tempat tersebut atau pindah daerah supaya di daerah yg baru mereka bisa mendapat support baru lagi. Bahkan saya kenal beberapa hamba Tuhan (lebih dari satu ya) yang suka berpindah-pindah organisasi karena alasan support atau dana.
Saya teringat dengan sebuah pengalaman menarik. Seorang hamba Tuhan yg kami undang digereja kami bercerita bahwa isterinya mengatur schedule kotbahnya di gereja-gereja seperti kejar tayang atau kejar setoran supaya bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Sampai-sampai sang suami kelelahan harus kesana kemari.
Apakah ini yang dimaksudkan dengan pelayanan yang efektif?

Marilah kita melihat definisi ”Efektivitas” Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Efektivitas (kata benda) berasal dari kata dasar efektif (kata sifat). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga tahun 2003, halaman 284 yang disusun oleh Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, "Efektif" adalah
  1. ‘ada efeknya’ (akibatnya, pengaruhnya, kesannya);
  2. ‘manjur atau mujarab’ (tt obat);
  3. ‘dapat membawa hasil; berhasil guna’ (tt usaha, tindakan); ‘mangkus’;
  4. ‘mulai berlaku’ (tt undang-undang, peraturan).
Sementara itu, efektivitas memiliki pengertian "keefektifan". Keefektifan adalah
  1. ‘keadaan berpengaruh’; ‘hal berkesan’;
  2. ‘kemanjuran’; ‘kemujaraban’ (tt obat);
  3. ‘keberhasilan’ (tt usaha, tindakan); ‘kemangkusan’;
  4. ‘hal mulai berlakunya’ (tentang undang-undang, peraturan.
Beberapa Definisi Atau Pengertian ”Efektivitas” Menurut para ahli :
  • Roulette (1999:1) Efektivitas adalah dengan melakukan hal yang benar pada saat yang tepat untuk jangka waktu yang panjang, baik pada organisasi tersebut dan pelanggan.
  • Hodge (1984:299) Efektivitas sebagai ukuran suksesnya organisasi didefinisikan sebagai kemampuan organisasi untuk mencapai segala keperluannya. Ini berarti bahwa organisasi mampu menyusun dan mengorganisasikan sumber daya untuk mencapai tujuan.
  • Hidayat (1986) Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya”.
  • Hidayat (1996), Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai.
Stefen Cofey dalam bukunya yang berjudul THE 7 HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE   mengungkapkan tujuh kebiasaan orang-orang yang paling efektif dalam hidup. Dalam hidup semua manusia dalam menjalankan kehidupannya, paling tidak ada:
  1. Prinsip-prinsip dasar: orang tersebut dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip dasar keberhasilan ke dalam karakter mereka. Antara lain : Integritas, Kerendahan Hati, Kesetiaan (loyal), Keadilan, Keberanian, Kesederhanaan, Kesopanan, dll
  2. Personality Ethic (Sikap dan Perilaku) Keberhasilan merupakan suatu fungsi kepribadian, citra masyarakat, sikap dan perilaku, keterampilan dan teknik, yang melicinkan proses-proses interaksi manusia. Personality Ethic mengambil 2 jalan : 1. Teknik hubungan manusia dan masyarakat 2. Sikap mental positif
  3. Paradigm / Paradigma (Cara pandang) adalah representasi mental. Adalah model, pattern, atau kumpulan ide-ide yang menjelaskan satu aspect. Paradigma bisa diumpamakan sebagai peta dari kota atau wilayah sehingga jelas bahwa  peta bukanlah wilayah itu sendiri. Kita melihat dunia bukan sebagaimana  dunia adanya, melainkan sebagaimana kita adanya – atau – sebagaimana kita terkondisikan untuk melihatnya. Tidak pernah lengkap dan tidak pernah sama.
  4. Emotional Bank Account (Rekening Bank Emosional) Rekening Bank Emosional mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan. Seperti rekening keuangan di bank, kita memasukkan simpanan ke atau melakukan penarikan dari rekening ini. Perbuatan-perbuatan seperti berusaha untuk memahami terlebih dahulu, bersikap murah hati, menepati janji, dan bersikap setia.
Untuk menjalankan kehidupan yang effektif harus membangun tujuh kebiasaan
“Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif ( Be Proactive ).
“Kebiasaan 2 : Merujuk pada Tujuan Akhir ( Begin With The End in Mind ) 

“Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama ( Put First Thing First ) 
“Kebiasaan 4 : Berfikir Menang/Menang ( Think Win Win ) 
“Kebiasaan 5 : Berusaha untuk Memahami Terlebih  Dulu, Baru Dipahami (To Understand To Be Understood
“Kebiasaan 6 : Wujudkan Sinergi (Synergy)
“Kebiasaan 7 : Mengasah  Gergaji ( Sharpening The Saw )

Kalau Steven R. Covey dapat mengajarkan 7 kebiasaan manusia yang paling efektif, rasul Paulus mengajarkan : Keefektifan Pelayanan ditentukan oleh tingkat pendisiplinan rohani seorang hamba TUHAN.
Pertanyaannya adalah  : mengapakah keefektifan pelayanan ditentukan oleh tingkat pendisiplinan rohani seorang hamba TUHAN? Berikut alasan-alasan mengapa keefektifan Pelayanan ditentukan oleh tingkat pendisiplinan rohani seorang hamba TUHAN.

I. Pendisiplinan rohani menolong hamba TUHAN untuk mengalami Janji TUHAN.

Hendaklah kaulatih dirimu untuk kehidupan yang beribadat. 8  Latihan jasmani sedikit saja gunanya, tetapi latihan rohani berguna dalam segala hal, sebab mengandung janji untuk hidup pada masa kini dan masa yang akan datang.
  Tujuan TUHAN memberikan tugas kepada hambaNya adalah untuk membimbing jiwa-jiwa bertemu kepada TUHAN serta mengalami TUHAN dalam kesehariannya di muka bumi ini. Ini adalah  tugas dengan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya.
  1. Di satu sisi seorang hamba TUHAN harus bisa mempresentasikan eksistesi TUHAN dan rencanyaNya bagi umat manusia yang berdosa, sehingga manusia itu mau dengan sukarela meresponi TUHAN.
  2. Namun di sisi lain tugas ini memiliki resiko yang sangat besar  yang selalu siap mengancam keselamatan jiwa dan rohani seorang hamba TUHAN.
Tugas seorang hamba Tuhan adalah tugas yang dikerjakan dalam dunia yang terikat dengan waktu/zaman. Paulus menuliskan pesan kepada anak rohaninya Timothius bahwa  sekali pun seorang hamba TUHAN telah berhasil dalam menjalankan tugasnya, namun ada waktu dimana orang-orang yang sudah mengenal Tuhan akan cenderung meninggalkan jalan kebenaran yang telah mereka pelajari dari TUHAN. Paulus berkata kepada Timothius : “1.  Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2  oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.”
 

Dari pesan ini jelaslah bagi kita bahwa sebagai hamba TUHAN, kita memiliki tandingan. Mereka yang dimaksudkan oleh paulus sebagai orang-orang yang memiliki cap para pendusta itu berusaha untuk membelokkan perhatian orang-orang yang kita layani dari kebenaran kepada hal-hal yang menyerupainya. Dalam dunia dimana kita berada saat ini, apa yang pernah dinubuatkan oleh Paulus tentang hamba-hamba tandingan tersebut sangat nyata. Mereka ada di sekitar kita. Mereka begitu menarik perhatian dari banyak orang, termasuk orang-orang yang tadinya sudah mengikuti jalan TUHAN.
 

Hari-hari ini, banyak hamba Tuhan yang mulai gusar dan ragu akan panggilannya. Tidak jarang kita mendengarkan bahwa ada hamba Tuhan yang mulai ditinggalkan oleh jemaat-jemaat yang selama ini dilayaninya. Untuk beberapa waktu lamanya, mungkin ia masih bisa bertahan, namun lambat laun mulai berkata: “jangan-jangan TUHAN tidak benar-benar memanggil saya menjadi hamba-Nya. 

Sekarang ini disadari atau tidak disadari, banyak orang yang tadinya adalah hamba Tuhan, namun belakangan ini mulai mempraktekkan cara-cara yang tidak berkenan kepada TUHAN. Mereka bukan lagi melayani untuk tujuan Tuhan, melainkan untuk mencapai tujuannya sendiri.
     Fakta yang baru saja kita dengarkan, adalah satu bukti bagi kita bahwa nubutan Paulus tentang zaman ini adalah benar. Pertanyaan bagi kita adalah bagaimana supaya kita dapat tetap pada rel panggilan TUHAN kepada kita sebagai hamba-Nya.
     Jawabannya adalah dengan belajar mendisiplin diri kita untuk beribadah kepada TUHAN. Artinya kita harus mendisiplin rohani kita sedemikian rupa. Paulus menjelaskan kepada kita bahwa ketika kita berhasil dalam tahap ini, kita akan berhasil menjadi hamba TUHAN yang mengalami janji-janji TUHAN dalam kehidupan dan pelayanan kita. Sekali lagi mari kita perhatikan “Hendaklah kaulatih dirimu untuk kehidupan yang beribadat. 8  Latihan jasmani sedikit saja gunanya, tetapi latihan rohani berguna dalam segala hal, sebab mengandung janji untuk hidup pada masa kini dan masa yang akan datang.”
 
II. Pendisiplinan Rohani erat hubungannya dengan keefektifan pelayanan Tersebut

9.  Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 10  Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. 11  Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 12  Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Pelayanan yang efektif adalah pelayanan yang disertai dengan kehidupan yang efektif dalam menerapkan nilai-nilai yang dianut serta ditularkan oleh sang pelayan kepada mereka yang dilayaninya.  Di atas telah kita pelajari bahwa “Tujuan TUHAN memberikan tugas kepada hambaNya adalah untuk membimbing jiwa-jiwa bertemu kepada TUHAN serta mengalami TUHAN dalam kesehariannya di muka bumi ini.”

Tugas tersebut erat hubungannya dengan kepemimpinan yang menerapkan nilai-nilai keteladanan. Kepemimpinan seperti inilah yang akan menghasilkan dampak pergeseran penilaian dan keinginan yang kuat kepada orang-orang di sekitarnya untuk ikut menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka.

Berikut ini beberapa pendapat pakar kepemimpinan tentang "pemimpin" dan "keteladanan":
         Bass dan Riggio (2006) menyatakan pemimpin tranformasional dicirikan oleh empat komponen yang dikenal dengan “Four I’s”: idealized influence, inspirational motivation, intelectual inspiration, dan individual consideration. “I” pertama, idealized influence atau pengaruh yang ideal, menjabarkan tingkah laku dan pengaruh yang dapat mengembangkan kepercayaan pengikut.
     Pemimpin seperti ini dipuja, dihormati, dan dipercaya oleh para pengikutnya. Para pengikutnya bersimpati kepada sang pemimpin dan ingin menirunya dan menyanjungnya karena dipandang memiliki kemampuan, keberanian, dan keteguhan pendirian yang luar biasa (Bass dan Riggio 2006).
     Kouzes dan Posner (2007) pengembang teori kepemimpinan berhaluan transformasional juga meletakkan keteladanan sebagai praktik utama kepemimpinan yang berhasil. Karena memandang begitu pentingnya keteladanan, kedua ahli menyebut konsep kepemimpinan yang dikembangkannya sebagai Kepemimpinan Keteladanan atau Exemplary Leadership. Dalam teorinya Kouzes dan Posner (2003 dan 2007) menyatakan bahwa ketika mendapati sesuatu yang luar biasa terjadi, pemimpinan melaksanakan lima praktik kepemimpin teladan yaitu :
1. mencontohkan cara (Model the Way),
2. menginspirasi visi bersama (Inspire a Shared Vision),
3.  menantang proses (Challenge the Process),
4. memampukan orang lain untuk bertindak (Enable Others to Act), dan
5. menyemangati jiwa (Encourage the Heart).
Dalam kaitannya dengan model the way - Kouzes dan Posner (2007) berpandangan "memimpin berarti Anda harus menjadi contoh yang baik, dan mewujudkan apa yang anda katakan." Gelar yang dimiliki seseorang merupakan pemberian, akan tetapi kehormatan hanya dapat dicapai melalui tingkah lakunya. 


Dalam hal apakah kita harus mempraktekkan keteladanan? Paulus mengatakan : 
“12.   Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”
Pesan Paulus kepada Timothius ini mengingatkan kepada kita bahwa esensi dasar dari pelayanan seorang hamba TUHAN bukan terletak pada hasil dalam tanda kutip sejumlah jiwa-jiwa semata. Esensi dasar dari pelayanan adalah terletak pada siapa dia dihadapan TUHAN dan di hadapan orang-orang yang dilayaninya, dalam arti bagaimana ia dapat berhasil dalam mempraktekkan nilai-nilai yang akan dilayankannya.

Kristopher Andios dalam menuliskan diblognya http://thechiandios.blogspot.com/2008/10/efektivitas-yesus-sebuah-refleksi.html :  

“Tuhan Yesus di dalam pelayananNya dapat disebut efektif karena Ia mempunyai prinsip-prinsip pelayanan yang kuat dan Ia juga mengutamakan hal-hal yang utama dalam seluruh hidupNya yaitu melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Yesus senantiasa menjaga hubungan pribadiNya dengan Bapa yang menjadikan seluruh hidup dan pelayananNya dapat menjadi efektif.”
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah  menjadi seorang pelayan yang selalu memotivasi diri untuk mendisiplin rohani kita? Marilah kita belajar menjadi praktisi dan bukan seorang yang teoritis dalam mendisiplin rohani kita. Marilah mengaplikasikan nilai-nilai rohani dalam kehidupan nyata kita. Terakhir marilah kita menjadi seorang pelayan yang melayani dengan keteladanan dalam segala aspek kehidupan kita.