Sabtu, 13 Agustus 2016

Memenangkan Perjuangan Hidup

Memenangkan Perjuangan Hidup Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Life is struggle. The one who enjoys this struggle is the real winner. – Hidup adalah perjuangan. Siapapun yang menikmati perjuangan tersebut adalah pemenang sejati.” Anupama Kamble

Pada bulan November 2007, saya kembali mengunjungi kota Banda Aceh untuk meresmikan kantor cabang yang baru dan menyelenggarakan kegiatan sosial pada sebuah yayasan anak yatim piatu. Saat berjalan-jalan di kota tersebut, saya teringat kedahsyatan tsunami meluluh lantakkan semuanya, termasuk korban jiwa lebih dari 200 ribu. Kedahsyatan kekuatan tsunami nampak jelas dari kapal PLN seberat 2600 ton yang terseret sepanjang 7 kilo meter ke tengah kota dan menindih lebih dari 30 orang.

Saat itu empati masyarakat di Indonesia maupun manca negara sangat besar untuk membantu korban bencana. Semua orang peduli dan ingin menolong, tanpa membedakan ras, agama, warna kulit, dan latar belakang, dan lain sebagainya. Saya dapat merasakan begitu besar kepedulian dan cinta kasih masyarakat negri ini kepada orang lain.

Walaupun masyarakat belum sepenuhnya terlepas dari trauma pasca bencana, saya meilhat masyarakat disana sudah bangkit. Banyak proyek pembangunan dilaksanakan. Diantaranya adalah proyek pembangunan Perkampungan Persahabatan Tiongkok – Indonesia, berupa 765 rumah sed
... baca selengkapnya di Memenangkan Perjuangan Hidup Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wiro Sableng #31 : Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi

Wiro Sableng #31 : Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PANGERAN MATAHARI DARI PUNCAK MERAPI

SATU

Hari mulai gelap. Orang tua penggembala itu melangkah bergegas sambil melecuti punggung enam ekor sapi agar binatang-binatang itu berjalan lebih cepat. Saat itulah di kejauhan tiba-tiba telinganya menangkap suara bergemuruh seolah-olah ada yang menggelegar tertahan dalam perut bumi. Tanah yang dipijaknya terasa bergoyang seperti dilanda lindu. Enam ekor sapi melenguh tiada henti lalu lari hingar bingar seperti dikejar setan.

"Eh, ada apa ini? Akan kiamatkah bumi ini?" penggembala tua terheran-heran tapi juga cemas.

Baru saja dia bertanya begitu mendadak langit di timur laut memancar cahaya merah. Suara gemuruh makin keras dan goncangan tanah tambah kencang.

Memandang ke jurusan timur orang tua itu kembali melihat nyala terang menyambar laksana hendak menembus langit gelap di atasnya. Lalu ada benda-benda bulat mencelat ke udara seperti bola-bola api.

"Gunung meletus! Gusti Allah! Merapi meletus!" penggembala tua berseru tegang dan takut ketika menyadari apa yang sesungguhnya terjadi di kajauhan.

Tongkat kayu yang dipegangnya dicampakkannya ke tanah. Enam ekor sapinya yang telah kabur entah ke mana tidak diperdulikannya lagi. Dia lari sekacang-kencangnya menuju kampung. Yang terbayang saat itu adalah anak istri dan cucu-cucunya. Dia harus segera sa
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #31 : Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 05 Agustus 2016

Patung David

Patung David Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di Florence, terdapat sebuah museum istimewa yang sengaja dibangun bagi sebuah patung David yang diciptakan oleh Michelangelo beberapa ratus tahun yang lalu. Patung itu barangkali adalah sebuah kaya patung yang paling indah di dunia. Berada secara fisik di dalam ruangan yang sama dengan patung tersebut adalah sebuah pengalaman yang tidak akan pernah dapat dilupakan.

Cerita tentang pembuatan David sangat menarik dan menjadi pelajaran berharga. Dahulu, Michelangelo diminta secara khusus oleh keluarga Medicis untuk menciptakan sebuah patung yang akan diletakkan di alun-alun Kota Florence. Keluarga Medicis adalah ?sebuah keluarga yang kaya raya dan terpandang di Italia pada zaman tersebut?. Sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis bukan hanya berarti sebagai sebuah kehormatan besar; pesanan seperti ini juga sebuah tugas yang tidak dapat ditolak begitu saja. Selama dua tahun penuh Michelangelo mencari sebongkah batu yang dapat dia pergunakan untuk menciptakan sebuah mahakarya bagi keluarga Medicis.

Akhirnya, di pinggir sebuah jalan di Florence, separuh tertutup semak belukar dan tertimbun lumpur, dia menemukan sebongkah besar pualam di atas sebuah titian kayu. Batu tersebut bertahun-tahun sebelumnya telah diangkut, dari pegunungan, tetapi tidak pernah dipergunakan orang.

<
... baca selengkapnya di Patung David Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 17 Juni 2015

Kesombongan Awal Kejatuhan

Daniel 5:20

 Ketika  Belsyazar anak Nebukadnezar menjadi raja, ia menjadi seorang yang sombong dan bahkan menghujat TUHAN yang maha Kudus. Ia tidak belajar dari sejarah. Ia lupa bagaimana ayahnya pernah dihukum Tuhan hingga hidup seperti hewan oleh karena kesombongannya. Belsyazar mengulanginya dengan melakukan kesalahan yang sama. Kekuasaan membuatnya tidak takut pada siapa pun, bahkan pada Allah Israel yang ia kenal melalui riwayat hidup ayahnya. Ia berani melecehkan hadirat-Nya. Tuhan menghukumnya, kerajaannya terpecah menjadi dua, dan maut menjemputnya.

Kesombongan adalah awal dari kejatuhan. Kita sudah melihat bagaimana Nebukadnezar dan Anaknya Belzyazar dijatuhkan oleh Allah oleh karena kesombongannya.

Betul memang bahwa mereka sudah mencapai kesuksesan dan kekuasaan. Tetapi sebagai manusia, pencapaian kesuksesan bukanlah alasan untuk memandang rendah TUHAN. Sebab kesuksesan dan kekuasaan sebagai seorang raja adalah atas seijin TUHAN saja.

Demikian pula dengan kita sebagai remaja. Betul memang bahwa kita harus memiliki cita-cita yang tinggi. Betul memang bahwa kita harus belajar yang sungguh-sungguh untuk menjadi seorang siswa berprestasi. Namun ingatlah selalu bahwa ketika prestasi demi prestasi dalam belajar kita raih, itu adalah atas seijin TUHAN.

Doa : Iya Tuhan ku berilah kiranya hamba-Mu kekuatan untuk menaruh tempat yang tertinggi dalam hidupku.

Senin, 15 Juni 2015

Taatilah Orang Tua-mu!

Bahan Bacaan : Kol. 3:20.
Kali ini kita akan belajar bagaimana menerapkan nilai ketaatan dalam kehidupan praktis. Firman Tuhan hari ini menekankan kepada kita demikian “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.” Ini adalah satu hukum yang Tuhan tetapkan agar keteraturan dapat tercipta mulai lingkungan keluarga.
Tuhan menempatkan kedua orang tua untuk menolong kita memahami dan mengalami kasih Allah. Kasih Allah membawa kita kepada pola hidup yang benar. Hidup benar itu bermula dari lingkungan keluarga. Orang tua-lah yang pertama-tama mengajarkannya kepada kita.
Mentaati orang tua adalah hukum yang tidak bisa ditawar-tawar. Firman ini jelas mengatakan “taatilah dalam segala hal.” Memang orang tua kita bukanlah orang yang sempurna. Orang tua masih ada kekurangannya.Namun yang pasti adalah tidak ada orang tua yang menghendaki yang buruk terjadi kepada anak-anaknya. Orang tua yang baik terlepas dari kekurang sempurnaannya pastilah menginginkan agar anaknya hidup lebih baik dari padanya.
Cobalah kamu ingat-ingat perjalanan hidupmu mulai dari masa kecil. Orang tua dengan sabar mengajari dan menuntun untuk dapat berjalan, untuk dapat berbicara dengan kata dan kalimat yang baik.  Masa remaja adalah masa yang sangat kritis dalam tahapan kehidupan manusia. Karena itu jangan bosan untuk mendengarkan arahan kedua orang tua-mu. Ketika engau ada masalah, datanglah kepada orang tuamu dan mintalah bimbingannya. Taatilah mereka maka engkau akan terlindung dari hal-hal yang buruk. Hingga tiba saatnya nanti kamu beranjak dewasa dengan selamat.

Senin, 15 Desember 2014

Solusi Tepat Mengatasi Aki Tekor

Selamat berjumpa kembali dengan Amantodm.blogspot.com. Kali ini saya mau membagikan satu tips untuk mengatasi Aki MF yang sudah mulai tekor.

Motor merupakan kendaraan yang sangat fleksible dan banyak digunakan sebagai alat transportasi di berbagai belahan bumi ini. Dengan kata lain bahwa motor masuk dalam kategori penting untuk pergerakan manusia di muka bumi ini.

Secara umum motor terdiri dari dua bagian penting, yaitu bagian mekanik dan bagian kelistrikan. Khusus untuk bagian kelistrikan dari motor, ada satu komponen yang namanya Aki. Aki ini mempunyai fungsi vital untuk motor. Fungsinya antara lain : menghidupkan motor starter atau yang biasa kita sebut electrict starter, memfungsikan klakson atau horn, lampu tanda belok kiri dan kanan, dll. Banyak bukan fungsi dari Aki untuk satu unit motor Anda?

Tips kali ini sebenarnya tidak murni hasil penemuan saya. Ini adalah saran dari seorang teman dari Surabaya. Kebetulan ia adalah seorang supir yang jarus ngurusin beberapa mobil majikannya. Ceritanya suatu waktu salah satu mobil majikan tersebut tidak bisa distarter. Kebetulan saya sedang ada di sana. Alhasil, dia melontarkan solusi ini yang padsa awalnya saya kurang percaya.

Sekembalinya dari Surabaya, saya ketemu kembali dengan motor Bajaz Pulsar 180dts-i milikku. Ternyata setelah hampir dua bulan saya tinggalkan, motor ga bisa diklakson, apalagi di starter listrik. Seminggu lamanya saya menghidupkan Motor dengan cara manual. Wahhhhh.... Capek benar menghidupkan si Bajaz Pulsar 180 ini. Akhirnya saya berfikir untuk mencoba solusi yang disarankan teman tadi. Bagaimana solusinya?

Sahabat reader amantodm.blogspot.com tentu tahu pendingin ruangan atau yang kita kenal dengan nama AC bukan? Setiap AC Pasti ada air pembuangannya yang dilaurkan dengan menggunakan slang. Air buangan ini biasanya menetes sedikit demi sedikit. Ternyata air buangan AC ini dapat kita pakai untuk menambah cairan di Àki berjenis MF, atau yang kita kenal sebagai Aki Kering.

Berikut ini langkah-langkahnya:

Pertama tampung air AC dengan menggunakan botol Air mineral, setelah penuh buang air tampungan yang pertama tadi. Lalu ulangi sekali lagi.

Kedua buka penutup cairan Aki, lalu tuangkan air tampungan tadi secukupnya.
Ketiga, tutup kembali Akinya.

Hidupkan motor secara manual barang sehari agar Akinya terisi kembali, mimimal sehari.. Tujuannya agar akinya terisi kembali. Dan Aki pun siap dipakai untuk menghidupkan starter listrik.

Tips ini sudah saya praktekkan dan hasilnya josssss. Selamat mencoba kawan.

Jumat, 20 Desember 2013

Kisah Kesetian, Inspirasi Natal

Natal meninggalkan segudang kisah dan cerita.
Natal meninggalkan segudang harapan.
Natal meninggalkan segudang makna
Natal meninggalkan segudang lukisan yang tak habis untuk dituturkan
Natal memberikan semangat baru untuk melangkah ke masa depan.

Berikut ini ada satu "Kisah Kesetiaan seorang ibu dan anak yang dipertemukan di moment Natal. Kisah ini saya kutip langsung dari http://laregusti.blogspot.com/2011/10/kisah-kesetian-inspirasi-natal.html

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di salah satu ibu kota negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota . Ada sebuah kisah Natal yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang,

Cerita ini dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa IA bukan penduduk asli kota itu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, Tidak sampai setahun di kota itu, mereka sudah kehabisan seluruh uangnya,


Hingga suatu pagi mereka menyadari akan tinggal dimana malam nanti dengan tidak sepeserpun uang Ada dikantong. Padahal mereka sedang menggendong seorang bayi berumur satu tahun. Dalam keadaan panik Dan putus ASA, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya Dan tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing dari sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.


Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: "Saya harus meninggalkan kalian sekarang untuk mendapatkan pekerjaan apapun, kalau tidak malam nanti Kita akan tidur disini." Setelah mencium bayinya IA pergi. Dan itu adalah kata2nya yang terakhir karena setelah itu IA tidak pernah kembali. Tak seorangpun yang tahu dengan pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika.


Selama beberapa Hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, Dan bila malam menjelang ibu Dan anaknya tidur diemperan toko itu. Pada Hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, Dan jadilah mereka pengemis disana selama 6 bulan berikutnya.


Pada suatu Hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit Dan memutuskan untuk bekerja. Persoalan nya adalah di mana IA harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, Dan tampak amat cantik. Keliahatan nya tidak Ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu Dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka.



Suatu pagi IA berpesan pada anaknya, agar IA tidak pergi kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau yang menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. "Dalam beberapa Hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, Dan Kita tidak lagi tidur dengan angin dirambut Kita".

Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, Dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya, di sebelahnya

IA meletakkan sepotong roti, kemudian, dengan Mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, dimana IA bekerja sebagai pemotong kulit. Begitulah kehidupan mereka selama beberapa Hari, hingga dikantong sang Ibu. Kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh tsb.


Dengan suka cita sang Ibu menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, membayar uang muka sewa kamarnya.

Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota . Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya Dan membawanya kesebuah rumah mewah dipusat kota .

Disitu gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun. Suami istri dokter tsb memberi nama anak gadis itu Serrafona, mereka memanjakannya dengan amat sangat.

Di tengah-tengah kemewahan istana gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi Dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, Dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun IA pergi. Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya, Dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat.


Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif digereja, Dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian

Setiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo. Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat, Dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan Dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga Dan istana yang paling megah di kota itu.


Menjelang Hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu. Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang Ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, Dan di laci meja kerja ayahnya, IA menemukan selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, Dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar Dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian IA membuka lemarinya sendiri, Dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu tampak sesuatu yang terbungkus oleh kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan Dan bukan terbuat dari emas murni.



Almarhum ibu memberinya benda itu dengan pesan untuk tidak menghilangkan nya. Ia sempat bertanya, kalau itu anting, dimana pasangannya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting itu didekat foto. Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang. Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri.

Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, dengan senyum yang dibuat-buat, belum pernah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanya annya, kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.


Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat dibenaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya Dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dingin sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama.



Matanya basah ketika ia keluar dari kamar Dan menghampiri suaminya, "Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkin kah ibu sekarang masih Ada di jalan setelah 25 tahun?" Ini semua adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, penerbit surat kabar Dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.


Bulan demi bulan telah berlalu, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya.

Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu dinegeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah. Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian.

Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad. Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang.

Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian. Saat itu waktu sudah memasuki masa menjelang Natal .

Seluruh negeri bersiap untuk menyambut hari kelahiran Kristus, Dan bahkan untuk kasus Serrafona-pun, orang tidak lagi menaruh perhatian utama. Melihat pohon-pohon terang mulai menyala disana-sini, mendengar lagu-lagu Natal mulai dimainkan ditempat-tempat umum, Serrafona menjadi amat sedih.

Pagi, siang dan sore ia berdoa: "Tuhan, saya bukannya tidak berniat merayakan hari lahirmu, tapi ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup ini 'temukan saya dengan ibu' ".


Tuhan mendengarkan doa itu.



Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan

Ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ketempat wanita itu berada, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka. Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu. Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang,


Malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik, mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa Ibunya masih hidup dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.


Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. "Tuhan Maha Kasih nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu nyonya, hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak terlalu banyak lagi." Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh Dan banyak angin. Rumah-rumah disepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikutnya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan.


Tubuh Serrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. "Cepat, Serrafonna, mama menunggumu, sayang". Ia mulai berdoa: "Tuhan beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja untuknya".

Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: "Tuhan beri saya sebulan saja". Mobil masih berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka.

Ia mendengar lagi panggilan mamanya, dan ia mulai menangis: "Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan".



Ketika mereka masuk dibelokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat. Jalan itu bernama Los Felidas, panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan kantong-kantong plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak.


Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya Dan 3 mobil polisi, di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis-pengemis yang segera memenuhi tempat itu.

"Belum bergerak dari tadi." lapor salah seorang.

Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun dari Mobil, suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya.

"Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu."

Serrafona memandang tembok dihadapannya, dan ingatan semasa kecilnya kembali menerawang saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kakinya dan kembali terlintas bayangan ketika IA mulai belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkannya pada masa kecilnya.

Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.

"Tuhan", ia meminta dengan seluruh jiwa raganya, "Beri kami sehari,Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberinya tahu bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia. Sehingga mama tidak sia-sia pernah merawat saya".

Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya, wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri disaat ia masih muda.

"Mama....", ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang selama ini ditunggunya tiap malam dan seiap hari - antara sadar Dan tidak kini menjadi kenyataan.

Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas, dengan perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebuah anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk Dan menyadari bahwa itulah pasangan anting yang selama ini dicarinya dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.

"Mama, saya tinggal di istana dengan makanan enak setiap hari. Mama jangan pergi, Kita bisa lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur apapun juga........ Mama jangan pergi....... ."

Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: "Tuhan Maha Pengasih dan Pemberi, Tuhan..... satu jam saja.......satu jam saja....."

Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia.


Silahkan tinggalkan komentar Anda tentang artikel ini.

Selasa, 19 November 2013

Peluang Business Talk Fusion!




Talk Fusion tidak memberikan Janji, tetapi Bukti.
Mungkin banyak berita negatif yang Anda dengar.
Memang business apa pun pasti ada saja usaha orang untuk melemahkan para pelakunya.

Pengalaman kami adalah jika Anda mengerjakan 4 Simple Step dalam menjalankan Busines Talk Fusion ini, kemudian ditambah dengan penguasaan Produk Talk Fusion, Semua pemberitaan negatif tentang Talk Fusion hanyalah usaha orang untuk menaburkan virus-virus pesimisme.

Bagi teman-teman yang tertarik untuk bergabung di Business talk Fusion ini, hubungi segera:

Nama                : Manto Manurung,
Assosiate Talk Fuasion dengan ID : 1368364" atau
Kontak via email di "amantodm@gmail.com."

Senin, 03 September 2012

Resensi Buku 5 Teladan Kepemimpinan


Nama                          : Manto Manurung, S.Th.
Jenis Tugas                 : Resensi Buku
Judul Buku                   : 5 Teladan Kepemimpinan
Editor                            : James M. Kouzes & Barry Z Posner
Jenis Buku                    : Bisnis, Manajemen & Keuangan » Manajemen & Leadership
Penerbit                         : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Edisi                              : Soft Cover
ISBN                            : 979-694-907-5
Tanggal Penerbitan       : 2006
Pengalih Bahasa            : Reslian Pardede
Penyunting                    : Kartika Simatupang
Bahasa                          : Indonesia
Halaman                        : xii + 221
Ukuran                          :140x210x0mm


Sinopsis Buku:
            Bab 1 James dan Barry membahas pentingnya mempelajari kepemimpinan secara serius. Kepemimpinan bukanlah hak khusus segelintir orang tertentu, satu jender tertentu saja, atau satu ras atau agama, suku dan budaya tertentu saja. Kepemimpinan bukan hanya berbicara tentang cakupan kekuasaan, tetapi juga kemampuan pemimpin untuk memberikan keteladanan bagi orang-orang di sekitarnya.
Baik hidup dalam konteks sekular maupun religius, warisan kepemimpinan yang ditinggalkan adalah kehidupan dari sang pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan adalah suatu keterampilan yang bisa dipelajari, dilatih, dan dikembangkan. Inilah pelajaran terpenting yang diperoleh James M. Kouzes dan Barry Posner dalam penelitian mereka selama lebih dari 20 tahun.
Buku ini mengungkapkan 5 Teladan Kepemimpinan, yaitu Menjadi Contoh, Menginspirasi Suatu Visi Bersama, Menantang Proses, Memampukan Orang Lain untuk Bertindak, dan Membangkitkan Semangat. Pembahasan dalam buku ini menawarkan panduan praktis dan berbagai contoh untuk mengilhami tentang bagaimana para pemimpin Kristen dapat memiliki pengaruh yang sangat kuat di tempat kerja, komunitas, dan jemaat, dengan membawa iman ke dalam kepemimpinan mereka.

Kamis, 23 Agustus 2012

Kepemimpinan Yusuf Anak Yakub



PENDAHULUAN


Latar Belakang Masalah


Dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi perhatian manusia. Kepemimpinan dibutuhkan karena adanya keterbatasan dan kelebihan-kelebihan dalam diri manusia. Sejarah umat manusia memperlihatkan kepada kita tentang keberadaannya yang hidup berkelompok. Oleh karena itu, manusia sudah tidak asing dengan kepemimpinan. Kebutuhan akan kepemimpinan yang tepat pada zaman dan konteksnya semakin mendesak. Kepemimpinan yang demikian membutuhkan prasyarat-prasyarat yang khusus pula.
Kepemimpinan atau gaya memimpin seorang pemimpin merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia yang dipimpin. Kepemimpinan merupakan faktor penentu berhasil tidaknya tujuan-tujuan di dalam setiap komunitas.
John Maxwel mengutip pernyataan dari James C. Georges dari ParTraining Corporation. James mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan memperoleh pengikut.[i] Seorang pemimpin dituntut agar memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang agar mau mengakui kepemimpinannya.
John C. Maxwell mengutip hasil penelitian dari para sosiolog yang mengatakan : “bahkan yang paling tertutup akan mempengaruhi sepuluh ribu orang lainnya dalam masa hidupnya.”[ii] Artinya pada dasarnya, setiap orang dapat menjadi pemimpin. Apakah ia menjadi orang yang mempengaruhi orang lain ke arah yang lebih benar, dan atau ke arah yang tidak benar.
Berikut ini beberapa definisi tentang kepemimpinan, antara lain :
  1. A Leader is an individual who influences others to act toward a particular goal or end-state (Judith R. Gordon),[iii]
  2. Leadership is the ability to influence a group toward the achievement of goals (Stephen P.Robbins),[iv]
  3. Managerial Leadership is a process of directing and influencing the task-related activities of group (Ralph M. Stogdill).[v]

Kamis, 16 Agustus 2012

Design a strategi for developing spiritual gift in the local Church


Name                    : Manto Manurung        
Course Project     : Design a strategi for developing spiritual gift in the local Church.
Date line               : 22nd November 2006.

Tugas ini saya buat sebagai satu bentuk yang saya harapkan boleh saya terapkan di tempat pelayanan yang Tuhan percayakan kepada saya. Tuhan mempercayakan kepada saya satu tempat pelayanan yang luar biasa. Tempat ini sudah berdiri lebih dari 14 tahun yang lalu. Namun hal yang menjadi pusat perhatian saya  gereja ini tidak bertumbuh dengan normal.
Faktanya adalah selama 14 tahun gereja Tuhan ada di daerah Songsi, telah terjadi 5 kali pergantian pemimpin. Saya adalah orang yang kelima yang melayani di daerah ini. Pertanyaan mengapa gereja Tuhan dan pelayan-pelayan Tuhan tidak dapat melakukan misi Injil di daerah ini? Jawabannya adalah  karena adanya beberapa faktor, antara lain : kurang terbukanya penduduk sekitar terhadap gereja karena sebelum kekritstenan datang ke daerah tersebut, mereka sudah mengaut agama-agama lain.  Daerah ini merupakan sarang dari berbagai-bagai jenis kejahatan, antara lain : pencurian, penodongan, perjudian, perdagangan narkoba, pelacuran, premanisme. Menurut saya ini bukanlah faktor utama yang membuat gereja Tuhan tidak bertumbuh, melainkan faktor intern yang kurang dalam memanfaatkan karunia Rohani yang telah Tuhan sediakan bagi gerejanya.

Anak Muda dan Masa Depan

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. Amsal 23: 18

Karakter Seorang Pemenang di dalam Tuhan


 Pendahuluan :

Setiap orang ingin menang dalam hidupnya, baik dalam segi perlombaan maupun segi karakter. Namun untuk memperoleh kemenangan tersebut sangatlah sulit, karena dia harus melibatkan semua yang ada pada diriya yaitu: semangat, tenaga, dan usaha. Suatu kemenangan bisa dicapai dengan baik apabila melewati suatu proses yang panjang. Seorang petinju sebelum naik di ring tinju untuk mengadakan pertandingan, dia harus mempersiapkan dirinya terlebih dahulu, dan yang diperlukan adalah kondisi fisik yang baik, berlatih keras, mengatur keseimbangan tubuh, dan mengadakan pemanasan. Ketika dia berhasil sampai memukul lawannya K.O maka dialah pemenang. Tetapi belum tentu karakter seorang petinju itu adalah karakter pemenang.
           

Seorang Pastor dari polandia yang bernama Maximilian Kolbe berkata: “Misinya ialah memberikan hidupagar orang lain dapat hidup, dan benar-benar bersyukur kepada Tuhan atas karunia ini. Ia telah menggunakan dirinya dalam melayani Tuhan dan kemanusiaan. Tetapi ia meninggalkan banyak bekas kasihnya ke empat ujung dunia, mengilhamkan jutaan orang untuk “berperang” melawan kebencian dengan cinta yang militant. Ia dianggap orang kudus bukan saja oleh orang katolik, tetapi juga oleh orang dari berbagai iman dan kepercayaan. Teman polandianya, Paus Johanes Paulus II, meresmikan sebagai orang kudus pada tahun 1981. Bahkan di Auschwitz, tempat keputusan total berlangsung, pengorbanannya merupakan peneguhan bagi kemanusiaan. Pastor Maximilian Kolbe adalah salah satu karakter yang menggugah Dunia.

Proposisi         : Karakter seorang pemenang adalah karakter yang melakukan kehendak
Tuhan.

Kalimat ?       : Apakah karakter yang seorang pemenang yang dikehendaki Tuhan?

Kalimat alih   : Ada beberapa ciri karakter seorang pemenang yang dikehendaki Tuhan.


KEPEMIMPINAN YESUS



Dalam Bab I penulis telah membahas tentang definisi kepemimpinan sebagai satu keahlian atau kecakapan untuk mempengaruhi orang lain dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapkan oleh pemimpin. Alkitab mencatatkan beberapa catatan penting tentang kepemimpinan Yesus. Banyak orang yang hidup di zaman itu kagum melihat kepridaian dan filosofi-filosofi yang diajarkan-Nya (Matius 7: 28-29), bahkan orang yang tadinya menjadi penentang-Nya pada akhirnya menjadi imitating-Nya (band. Kis 6:7; 8:1-3, 9:1-20). Kepemimpinan-Nya sungguh memberikan dampak luar biasa dalam peradaban manusia. Ia menjadi inspirasi bagi pemimpin-pemimpin di kemudian hari. Lincoln pemimpin besar Amerika pada era tahun 1800-an. Setiap pemikiran, dan tindakannya dinafasi oleh filosofi yang diterimanya dari pemimpin agungnya Yesus Kristus. Di akhir hayatnya, menteri Angkatan Bersenjata Stanton berkata: “di sana terbaring lelaki paling sempurna yang pernah ada di dunia.”[i]
Yesus sebagai tokoh utama dalam makalah ini akan diteliti model kepemimpinan-Nya berdasarkan ilmu kepemimpinan modern.

Minggu, 05 Agustus 2012

PENGINJILAN, SALAH SATU TUGAS ESENSIAL GEREJA

Istilah “penginjilan” sudah menjadi satu istilah yang umum, dan erat hubungannya dengan kehidupan gereja di sepanjang zaman. Dalam konteks masa kini, beberapa gereja lokal menanggapi penginjilan sebagai satu tugas yang dapat  dilakukan melalui bersaksi kepada orang-orang yang ditemuinya. Beberapa gereja lokal lainnya menanggapi penginjilan sebagai satu tugas dari anggota-anggota tertentu saja, dan beberapa gereja lokal berpendapat bahwa penginjilan merupakan tugas dari gereja lokal lainnya, sedangkan gereja lokal tersebut bertugas untuk mendewasakan orang-orang yang datang kepadanya.
Menurut Kamus Besar  Bahasa Indonesia kata “tugas” didefinisikan sebagai: (- kewajiban), sesuatu yang wajib dikerjakan atau yang ditentukan untuk dilakukan; suruhan (perintah) untuk melakukan sesuatu; fungsi (jabatan),[1] sedangkan kata “esensial” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan:  perlu sekali; penting; hakiki; harus ada.[2] Dari pengertian  kata “tugas” dan kata “esensial” tersebut, maka penginjilan sebagai salah satu tugas esensial gereja adalah satu kewajiban, atau sesuatu yang wajib dikerjakan, dan yang ditentukan untuk dilakukan oleh gereja.

Penginjilan Dan Masyarakat Di Sekitar Gereja


Stott mengemukakan gereja sebagai ekklesia-Nya Allah, dipanggil Allah dari dunia ini menjadi milik-Nya untuk hidup kudus karena Dia adalah Allah yang kudus, dan hidup berpadanan dengan panggilannya.[1] Panggilan itu tidak bertujuan agar gereja menarik diri keluar dari dunia kepada kehidupan pietisme.[2] Tuhan tidak memanggil gereja, juga tidak memisahkan secara total dari masyarakat dunia ini.
Gereja dipanggil dari dunia, dan secara status disebut sebagai orang-orang kudus, berbeda, terpisah; umat yang dikuduskan bagi Allah, tetapi Tuhan tidak membuat gereja-Nya menjadi gereja yang eksklusif. Allah juga mengutus gereja ke dalam dunia untuk menyaksikan Kabar baik kepadanya.
Robert dan Evelyn dalam buku dengan judul “Menyampaikan Kabar Baik” memberikan gambaran tentang jiwa-jiwa di sekitar kita:
Mungkin saudara pernah menumpang sebuah bus atau kereta api yang penuh sesak. Ingatkah saudara bagaimana keadaannya? Semua tempat duduk penuh. Mungkin saudara harus berdiri dengan banyak orang lain dan orang yang berdiripun harus berdesak-desakan! Banyak negara makin padat penduduknya. Meskipun setiap hari dibangun gedung-gedung baru, namun tidak cukup perumahan bagi setiap orang.
Makin banyak orang, makin cepatlah penduduk meningkat. Dalam tahun 1930 dunia kita berpenduduk 2 milyar orang. Sekarang sudah lebih dari empat milyar. Itu berarti tambahan 2 milyar orang dalam waktu 50 tahun. Akan tetapi, pada tahun 2000 mungkin penduduk dunia akan mencapai 6 milyar orang – tambahan dari 2 milyar dalam waktu 20 tahun saja.

Penginjilan, Korelasinya Dengan Pertumbuhan Gereja


Hamilton berpendapat “kalau gereja ingin melihat gambaran pertumbuhan gereja, marilah kita melihat tugas khusus kita yaitu penginjilan.”[1] Kemudian Gerber menegaskan bahwa penginjilan haruslah dilaksanakan berdasarkan Amanat Agung. Mengapa? Perhatikanlah kutipan berikut ini:
Inti Amanat Agung ialah JADIKANLAH ... MURID, artinya membawa orang, baik pria maupun wanita, kepada Yesus Kristus, sehingga mereka beriman dan dengan sepenuh hati menyerahkan diri kepada Dia.
Ini merupakan proses yang terus menerus, proses yang mempersekutukan orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus, menjadikan mereka anggota-anggota gereja yang bertanggung jawab dan yang berbuah. Murid-murid ini pergi untuk menjadikan orang-orang lain murid Yesus Kristus, membaptiskan mereka, mengajar mereka serta menggabungkan mereka kepada gereja. Oleh karena itu, penginjilan yang tidak mempersekutukan petobat-petobat baru kepada gereja setempat tidak dapat dikatakan mencapai tujuan.
Pada hari Pentakosta gereja pertama yang terdiri dari 120 anggota bertambah 3.000 orang dalam satu hari. Orang-orang yang baru itu kemudian memasuki masyarakat kota di sekitar mereka dan disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan. Dalam proses penyelamatan yang terus menerus ini, gereja menjadi sasaran dan juga pelaksana dari penginjilan yang dinamis.
Dalam Perjanjian Baru keefektifan penginjilan adalah suatu kualitas yang selalu diukur dengan kuantitas angka-angka yang tepat mengenai jumlah orang yang mengaku percaya (kuantitas) dicatat. Angka-angka ini didasarkan atas jumlah orang yang terus menjadi pengikut Kristus, yang dibaptiskan dan yang bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, bersekutu serta berkumpul untuk memecah-mecahkan roti dan berdoa (kualitas). Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Oleh karena itu dalam Perjanjian Baru pertumbuhan rohani sering dinyatakan secara kuantitas. Hal ini mungkin, karena kualitas dan kuantitas merupakan dua aspek dari satu fakta yang sama.[2]

Penginjilan yang dilaksanakan berdasarkan Amanat Agung tidak berhenti pada batas menjadikan seseorang menjadi anggota gereja lokal saja, tetapi juga bertanggung jawab untuk memuridkan orang tersebut sama seperti Yesus telah memuridkan kedua belas murid-Nya. Pemuridan bertujuan agar setiap orang memahami dengan benar mengapa Allah menyelamatkannya. Dengan satu harapan setelah mereka menjalani proses pemuridan, mereka menjadi seorang anggota gereja lokal yang bertanggung jawab untuk turut melaksanakan tugas penginjilan.
Purnawan memberikan pendapat tentang korelasi antara penginjilan dan pertumbuhan gereja sebagai berikut ini:
Tidaklah berlebihan kalau saya tuliskan bahwa: penginjilan adalah motor bagi pertumbuhan gereja. Tanpa penginjilan gereja tidak lahir. Kisah Para Rasul melaporkan keyakinan ini, sejarah gereja mengulangnya dan akan terus terulang sampai Tuhan Yesus datang kembali untuk kedua kalinya dan menyempurnakan segalanya. Penginjilan memiliki peranan utama dalam pertumbuhan gereja. Pertumbuhan yang dihasilkannya itu adalah pertumbuhan yang sehat. Sehat karena pertumbuhan seperti itu adalah sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan menghendaki supaya jangan ada orang yang binasa, melainkan supaya semua orang bertobat (2 Petrus 3:9). Tanpa penginjilan gereja akan berhenti untuk bertumbuh, bahkan mungkin dengan segera mati.[3]

Tanibemas menyebutkan penginjilan sebagai motor bagi pertumbuhan gereja.  Pernyataan ini dapat dibuktikan sebagai berikut ini:
1.      Alkitab mengatakan usia manusia di muka bumi ini hanya sekitar tujuh puluh tahun, dan jika kuat delapan puluh tahun (Mazmur 90:10).
2.      Belakangan ini para ahli memperkirakan bahwa usia manusia paling kuat 60 tahun. Kalau gereja tidak memanfaatkan waktu yang ada untuk memberitakan injil, seiring dengan perjalanan waktu beberapa anggota gereja lokal ada yang meninggal, maka pada akhirnya gereja mati sama sekali.
3.      Lamanya seseorang dapat bertahan hidup tidak dapat dihitung secara pasti. Dalam kehidupan manusia di muka bumi ini berlaku “hukum kesempatan dan kemungkinan,” jadi kesempatan untuk memberitakan Injil adalah sekarang, bukan nanti dan atau beberapa waktu yang akan datang.
Hasil analisa di atas membuktikan bahwa jikalau gereja tidak melaksanakan tugas penginjilan, akibatnya penginjilan tidak dapat berfungsi sebagai motor bagi pertumbuhan gereja.
Penginjilan merupakan satu sarana yang dipakai Allah untuk membuktikan kepada dunia ini akan keberadaan gereja-Nya sebagai gereja yang dinamis, dan bukan statis (kata “dinamis” berasal dari bahasa Yunani yaitu “δύναμις” dibaca “dinamis” artinya kuasa, kekuatan yang besar, dan tenaga pendorong yang besar).[4] Tuhan Yesus menghendaki agar gereja-Nya menjadi dinamis (bnd. Kis 1: 8).
Kedinamisan gereja dalam pertumbuhan sebagai hasil dari penginjilan dapat diukur dari keberhasilannya untuk mempertemukan orang-orang berdosa dengan Kristus.”[5] Kedinamisan gereja juga dapat diukur dari keberhasilannya untuk membimbing orang-orang untuk mengambil keputusan untuk menerima Yesus menjadi Juru selamatnya, kemudian membimbingnya menjadi orang Kristen yang efektif.[6]


[1]Michael Hamilton, God’s Plan for the Church Growth!. (Springfield: Radiant Books, 1981), p. 51.
[2]Vergil  Gerber, Pedoman Pertumbuhan Gereja/Penginjilan. (Bandung: Penerbit Kalam Hidup, 1982), p. 14-16.
[3] Menuju Tahun 2000: Tantangan Gereja Di Indonesia sebuah bunga rampai dalam rangka peringatan 25 Tahun Kependetaan Caleb Tong, ed. S.v. Pertumbuhan Gereja Dan Strategi Penginjilan oleh Purnawan Tanibemas, (Surabaya: YAKIN, 1990), p.175-176.
[4]William F. Arndt & F. Wilbur Gingrich, Greek-English Lexicon Of The Testament and Other Early Christian Literature (Chichago: The University of Chicago Press, 1971), p. 206.
[5] C. E. Autrey, Basic Evangelism, (Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1981), p. 16.
[6]Ibid, p.17.

Penginjilan, Salah Satu Tugas Gereja Di Antara Tugas-tugasnya Yang Lain


Sejarah gereja memang mencatat bahwa gereja ada karena penginjilan. Ini dapat dibuktikan dari catatan-catatan yang terdapat dalam kitab Perjanjian Baru khususnya kitab Kisah Para Rasul. Berikut ini bukti-bukti penginjilan yang dicatat oleh kitab Kisah Para Rasul:
1.      Dalam dunia Perjanjian Baru, dicatat bahwa  sejarah kelahiran gereja dimulai setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus yang terjadi pada hari Pentakosta. Setelah peristiwa tersebut Petrus menyerukan berita Injil kepada orang-orang Yahudi yang sedang berkumpul di Yerusalem sehubungan dengan hari raya Pentakosta. Penginjilan pertama ini menghasilkan sebanyak 3000 orang percaya dan memberi diri mereka dibaptiskan sesuai dengan perintah Tuhan Yesus. (Kisah Para Rasul  2: 41).
2.      Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak, imam-imam dan kepala pengawal bait Allah serta orang-orang Saduki. Dari antara mereka yang mendengarkan ajaran itu menjadi percaya. Anggota gereja bertambah menjadi
kira-kira 5000 orang laki-laki, belum termasuk anak-anak dan wanita (Kis 4: 1-4).
3.      Pada waktu yang lain Tuhan mengutus Petrus untuk penginjilan kepada orang bukan Yahudi yaitu kepada Kornelius dan keluarganya. Penginjilan kepada keluarga non Yahudi ini memenghasilkan orang percaya baru yaitu Kornelius dan
seluruh isi rumahnya. (Kis 11).
4.      Rasul Paulus serta teman-temannya penginjilan ke daerah-daerah di luar Yerusalem. Alkitab mencatat beberapa nama dari jemaat di luar Yerusalem hasil penginjilan tersebut, antara lain: jemaat di Ikonium Listra (Kis 13: 43, 48); jemaat di Antiokia (Kis 14:21), jemaat di Filipi (Kis 16:13,14), jemaat di Tesalonika yang terdiri dari orang-orang Yunani (Kis 17: 1-4).
Sejarah gereja sesudah dunia Perjanjian Baru juga memberikan bukti-bukti penting bagaimana peranan penginjilan dalam kehidupan gereja Tuhan sepanjang masa. Khususnya di Indonesia, gereja Tuhan di negeri ini dapat berdiri karena penginjilan yang dilakukan oleh para penginjil dari Eropa yang bernaung di Nederlands Zendeling Genootscap(N.Z.G.), antara lain di Maluku oleh Yosef Kam.,[1] di tanah Batak yaitu Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) pada tahun 1862 oleh Ingwer Ludwig Nomensen.[2] Dengan demikian dapat disimpulkan:
1.
      Penginjilan sebagai salah satu tugas esensial gereja mempunyai peranan penting dalam kehidupan gereja. Gereja Tuhan di seluruh belahan bumi ini mulai dari perkotaan sampai dengan ke pedalaman lahir karena penginjilan.
2.      Banyak jiwa menjadi percaya kepada Yesus Kristus serta menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadinya adalah karena penginjilan.
Menjadi pertanyaan apakah gereja dapat berfungsi jikalau ia hanya melakukan


tugas penginjilan saja, dan tidak melaksanakan tugas-tugas esensialnya yang lain? Selain penginjilan, apakah tugas-tugas esensial gereja yang lainnya? Menzies dan Horton  mengemukakan bahwa gereja mempunyai tiga tugas rangkap, yaitu: memberitakan Injil ke seluruh dunia,[3]melayani Allah,[4] membangun sekumpulan orang kudus (orang-orang percaya yang berdedikasi), mengasuh mereka yang percaya supaya mereka menjadi serupa dengan citra Kristus.[5]Stott mengemukakan tugas pokok gereja ada tiga, yaitu: melayani (διαχονία) [6](pelayanan sosial), kesaksian Kristen (μαρτυρέω),[7]bersekutu (κοινωνία).[8]  
Ketiga tugas rangkap gereja tersebut tercermin dalam kehidupan jemaat mula-mula seperti yang dinyatakan oleh kitab Kisah Para Rasul. Secara kronologis kitab ini mencatat kehidupan gereja mula-mula itu sebagai berikut:
1.     Setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus yaitu pada hari Pentakosta (Kis 2:1-4), diberitakan bahwa di sana sedang berkumpul juga orang-orang Yahudi yang datang dari daerah perantauan mereka (dari Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Firigia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, dan Roma) untuk merayakan hari Pentakosta (Kis 2:5-12). Pada awalnya orang-orang tersebut menyebutkan  bahwa murid-murid tersebut sedang mabuk anggur, mendengar tanggapan orang-orang tersebut, lalu Petrus berdiri untuk menyerukan berita keselamatan di dalam Yesus Kristus. Mendengar berita tersebut, bertobatlah kira-kira tiga ribu jiwa jumlahnya (Kis 2:14-41).
2.    Orang-orang yang bertobat tersebut menjadi percaya dengan berita yang
disampaikan oleh Petrus tersebut lalu memberi diri mereka dibaptis. Kemudian mereka berkumpul dan bersekutu serta dengan tekun mendengarkan pengajaran para rasul (Kis 2: 42-47). Dalam kehidupan jemaat yang mula-mula ini suasana koinoniadan diakonia di antara jemaat masih sangat baik. Lukas mencatat orang-orang percaya bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (pemuridan), dalam persekutuan (koinonia), dan selalu berkumpul untuk memecahkan roti (diakonia).
3.     Dalam Kisah Para Rasul 6: 1 dicatat tugas koinonia dan diakonia dalam jemaat kurang diperhatikan. Keadaan ini membuat kehidupan gereja mula-mula yang tadinya sangat harmonis menjadi sedikit bermasalah. Kurang berfungsinya salah satu tugas gereja pada waktu itu menyebabkan tugas-tugas yang lain juga menjadi terganggu.
Contoh kasus yang dicatat oleh Lukas dalam kitab Kisah Para Rasul menjelaskan  keadaan gereja pada waktu itu, dan juga sering dialami oleh gereja masa kini. Berdasarkan bukti tersebut, pada waktu ketiga tugasnya dijalankan dengan seimbang, kehidupan gereja tetap harmonis. Keharmonisan itu memberi dua dampak, yaitu:
1.      Orang-orang yang belum percaya di sekitar gereja menyukai kehidupan mereka,
2.      Banyak dari orang-orang yang belum percaya itu menjadi percaya dan mengikut jalan keselamatan (disebut juga sebagai ajaran jalan Tuhan).
Keadaan kehidupan gereja yang harmonis tersebut tidak dapat dipertahankan untuk waktu yang lama. Lukas mencatat bahwa pada waktu gereja mulai tidak menjaga keseimbangan di antara tugas- tugasnya, gereja masuk ke dalam kehidupan yang berbeda dengan keadaan sebelumnya (Luk 6: 1). Lukas mencatat, gereja kurang memperhatikan tugas diakonia. Akibatnya terjadilah perselisihan di antara jemaat Yahudi berbahasa Yunani dan jemaat Yahudi berbahasa Ibrani. Perhatikanlah gambar di bawah ini!


Gambar 1.
Diagram Tiga Tugas Gereja

Pada gambar 1 di atas, penulis menganalogikan tugas penginjilan, koinonia, dan diakonia sebagai dinding pagar yang melindungi gereja lokal. Apabila salah satu tugasnya ditiadakan, gereja kehilangan salah satu dinding pagar perlindungannya. Dengan demikian, gereja mudah diserang oleh berbagai masalah, baik dari luar gereja, dan juga tidak tertutup kemungkinan dari dalam gereja sendiri. Tanpa kesatuan dan keseimbangan di antara ketiga sisi pagar tersebut, kehidupan gereja menjadi kurang harmonis. Akibatnya, gereja kurang efektif untuk menjalankan fungsinya di tengah dunia ini.


[1] H. Berkhof & L. H. Enklaar, Sejarah Gereja, (Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia, 1990),      p. 314.
[2]Ibid, p. 316.
[3] William W. Menzies & Stanlesy M. Horton, Doktrin Alkitab, (Malang: Gandum Mas, 1998), p.165.
[4]Ibid, p. 166.
[5]Ibid, p. 171.
[6]John Stot, Satu Umat, p. 23.
[7]Ibid, p. 52.
[8] Ibid, p. 86.